Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

'Jika Ada Neraka di Bumi, Itu Adalah Kehidupan Anak-Anak di Gaza'

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, penderitaan anak-anak di Gaza merupakan gambaran neraka yang ada di bumi

Tayang:
Editor: Ilham Arsyam
NYMag
Ilustrasi anak-anak di jalur Gaza 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, penderitaan anak-anak di Gaza merupakan gambaran neraka yang ada di bumi.

Ia pun berharap Israel dan Palestina segera melakukan gencatan senjata agar tidak lebih banyak lagi jatuh korban dari dua belah. 

Hal tersebut diungkapkan Antonio Guterres kepada Majelis Umum PBB pada hari Kamis (20/5/2021) waktu setempat. 

“Jika ada neraka di Bumi, itu adalah kehidupan anak-anak di Gaza," kata Guterres dikutip dari Aljazeera.

Guterres juga menyerukan untuk segera mengakhiri pertempuran itu dan mengatakan sangat terkejut dengan pemboman udara dan artileri yang terus berlanjut oleh pasukan Israel di Gaza.

Dia menambahkan, penembakan roket secara sembarangan oleh Hamas dan kelompok lain terhadap Israel  juga tidak dapat diterima.

Hingga hari Kamis ini, jet tempur Israel terus menggempur Jalur Gaza yang menewaskan setidaknya satu warga Palestina dan melukai beberapa lainnya ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menentang seruan untuk deeskalasi.

Sedikitnya 230 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, telah tewas dalam 11 hari terjadinya kekerasan. Di pihak Israel, 12 orang, termasuk dua anak, juga dilaporkan tewas.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden yanhg pada hari Rabu membahas peristiwa di Gaza dengan Netanyahu, mengatakan bahwa ia mengharapkan ada penurunan intensitas serangan hari ini dan kedua pihak segera melakukan gencatan senjata.

Tapi tak lama setelah panggilan telepon Biden, Netanyahu justru mengatakan dia bertekad untuk terus membombardir Gaza sampai tujuan Israel tercapai.

Sementara itu, upaya Dewan Keamanan PBB untuk mendorong gencatan senjata antara Israel dan penguasa Hamas di Gaza terus terhenti sebab Amerika Serikat terus memveto tindakan atas masalah tersebut.

Menlu AS ke Timur Tengah

Menyusul berita terkait gencatan senjata Israel-Hamas, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dikabarkan akan segera mengunjungi Timur Tengah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price memberitahu rencana tersebut pada Kamis (20/5/2021),

Setelah bentrokan sengit selama 11 hari, gencatan senjata Israel-Hamas berhasil disepakati atas upaya yang ditengahi oleh Mesir dan tekanan internasional yang meningkat untuk menahan pertumpahan darah lebih besar lagi.

Dilansir dari AFP, Jumat (21/5/2021), Price mengatakan Blinken berbicara dengan rekannya di Israel Gabi Ashkenazi yang menyambut baik rencana perjalanan Blinken ke wilayah tersebut.

"Blinken akan bertemu dengan rekan-rekan dari Israel, Palestina, dan regional dalam upaya pemulihan dan bekerja sama untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Israel dan Palestina," kata Price.

Pernyataan publik itu muncul setelah 2 kali Blinken berbicara dengan Ashkenazi pada Kamis (20/5/2021) menjelang implementasi gencatan senjata Israel dan Hamas

"Kedua pemimpin mengapresiasi usaha mediasi Mesir dan menteri (Blinken) mencatat bahwa dia akan terus berhubungan dekat dengan mitranya dari Mesir serta pemangku kepentingan regional lainnya," ungkap Price.

Berdasarkan keterangan Price, Blinken menyambut baik konfirmasi menteri luar negeri Israel bahwa para pihak telah menyetujui gencatan senjata.

Sebelumnya, dalam pidato dari Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden menyambut gencatan senjata Israel dan Hamas sebagai "kesempatan nyata" untuk perdamaian Israel dan Palestina.

"Saya yakin kami memiliki peluang nyata untuk membuat kemajuan dan saya berkomitmen untuk bekerja ke arah itu," kata Biden.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved