Breaking News:

Tribun Maros

Bekas Penjara dan Kantor Pos di Maros Bakal Jadi Cagar Budaya

Dua situs bangunan kolonial di Kabupaten Maros diusulkan menjadi cagar budaya. Salah satunya bekas penjara di Jalan Lanto Dg Pasewang

TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Bekas penjara masa kolonial yang bakal di jadikan cagar budaya di Maros 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Dua situs bangunan kolonial di Kabupaten Maros diusulkan menjadi cagar budaya.

Adapun dua situs itu yakni bekas penjara di Jalan Lanto Dg Pasewang dan Kantor Pos di Jalan Abbas Dg Sialu.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Muhammad Ramli mengatakan pengusulan ini setelah melalui sidang TACB.

Sidang penetapan tersebut dihadiri Kabid Kebudayaan serta Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman sebagai narasumber.

Muhammad Ramli menagatakan, hasil dari rekomendasi ini akan di ajukan kepada Bupati Maros.

"Kita sudah melakukan sidang untuk penetapan penjara lama dan kantor pos sebagai cagar budaya. Nah hasil rekomendasi ini selanjutnya akan diajukan dan ditetapkan sebagai cagar budaya ke Bupati Maros untuk ditetapkan," jelasnya.

Ramli menjelaskan kalau dua situs yang diusulkan ini sudah memenuhi kreteria sebagai cagar budaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

"Jadi kan kriteria sebagai cagar budaya itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dan dua situs yang diusulkan itu sudah memenuhi kriteria," ungkapnya.

Dia juga mengatakan jika dua bangunan itu dianggap memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan. 

Adapun kriteria yang harus dipernuhi untuk menjadi cagar budaya yakni benda, bangunan atau struktur cagar budaya harus berusia 50 tahun atau lebih.

Selain itu harus memiki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan atau Kebudayaan.

"Kriterianya itu benda, bangunan, atau struktur cagar budaya berusia 50 tahun atau lebih. Kemudian kedua itu, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun dan memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan," jelasnya.

Sehingga dengan melihat itu kata dia, tim ahli menyebut jika bangunan itu masuk dalam cagar budaya karena nemiliki kriteria itu.

"Kami menilai itu sudah masuk sebagai kriteria cagar budaya. Makanya kita lakukan pengusulan," singkatnya. 

Diharapkan kedua situs ini dapat segera ditetapka sebagai cagar budaya, agar masyarakat Maros dapat lebih memperhatikan dan merawat kedua situs yang sudah hampir terbengkalai. (*)

Penulis: Nurul Hidayah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved