Breaking News:

Hendropriyono

Masih Ingat Kasus Munir Seret Hendropriyono Kini Mantan Kepala BIN Buat Pernyataan Kontroversi

Jenderal (Purn) Abdullah Makhmud Hendropriyono membuat pernyataan untuk tidak urusi konflik Israel dan Palestina.

Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Jenderal (Purn) Abdullah Makhmud Hendropriyono bukan prajurit sembarangan.

Dia pernah memimpin organisasi vital Indonesia, Kepala Badan Intelijen Negara ( BIN ) periode 2001-2004 atau yang pertama di Indonesia.

Ketika dia aktif di militer, sebuah pembunuhan heboh terjadi kepada aktivis HAM, Munir.

Bahkan, namanya dikait-kaitkan dalam pembunuhan dari Munir dalam sebuah pesawat menuju Amsterdam, Belanda.

Munir diracuni arsenik dalam penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam pada 7 September 2004.

Ada tiga tersangka; Pollycarpus Budihari Priyanto, mantan pilot yang diduga menyerahkan kursi kelas bisnisnya kepada Munir selama penerbangan, dan dua orang pramugari.

Priyanto diduga memasukkan arsen ke dalam jus jeruk Munir, atas perintah Direktur Utama Garuda saat itu, Indra Setiawan.

Kecurigaan itu menguat karena Munir adalah orang yang menolak ketika Hendropriyono ditunjuk kepada Dewan Intelijen Nasional (Badan Intelijen Nasional).

Munir selalu mengaitkan Hendropriyono dalam peristiwa Talangsari tahun 1989 yang menyebabkan banyak warga sipil Lampung tewas, terluka atau hilang.

Namun, mantan Menteri / Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet pada masa presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, mengumumkan langkah hukum yang diambil oleh pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan akhir TPF.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved