Breaking News:

Virus Corona

Epidemolog: Ledakan Besar Kasus Covid-19 Bakal Terjadi Dua Bulan Lagi

Secara tidak langsung hal ini tentunya mengabaikan protokol kesehatan yang melarang adanya kerumunan dalam skala besar.

Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Suasana Bandara Sultan Hasanuddin jelang pembelakuan larangan mudik, Rabu (6/5/2021) 

TRIBUNTIMUR.COM - Ribuan orang berbondong-bondong mengunjungi destinasi wisata setelah lebaran.

Secara tidak langsung hal ini tentunya mengabaikan protokol kesehatan yang melarang adanya kerumunan dalam skala besar.

Padahal di Indonesia masih dalam masa pandemi Covid-19. Dengan kata lain, Indonesia belum aman dari infeksi virus Covid-19.

Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Australia, ledakan kasus covid-19 akan terjadi.

Namun, tidak dapat dilihat dalam satu hingga dua minggu ini. Setidaknya ledakan besar infeksi covid-19 akan nampak setelah satu hingga dua bulan berikutnya.

Menurutnya penularan bahkan dilakukan oleh orang yang tidak bergejala. Angka ini mencapai hingga 80%.

"Sehingga ada potensi ledakan? Sangat jelas ada. Bukan mudik saja, tapi akumulasi setahun lalu seperti pilkada. Situasi ini terus bergerak dan akan meledak satu dua bulan," ujarnya kepada Tribun, Selasa (18/5/2021).

Menurut Dicky, dampaknya justru berada di rumah, karena masalahnya kebanyakan masyarakat Indonesia masih berupaya mengobati sendiri. Sehingga rumah sakit nampak sepi.

"Masyarakat kita lebih banyak mengobati diri sendiri. Jangan diharapakan dua tiga minggu kasus meningkat. Ini menyebabkan di rumah sakit tidak terlalu penuh. Karena masyarakat kita hanya di rumah saat sakit," katanya.

Oleh karenanya menurut Dicky, perlu adanya perbaikan strategi. Terutama terkait program yang betul-betul melaksanakan deteksi sedari dini secara aktif ke rumah-rumah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved