AGH Sanusi Baco wafat
Paku Bumi Itu Telah Pergi: Anregurutta’ Sanusi dan Profil Keulamaan
Paku Bumi Itu Telah Pergi: Anregurutta’ Sanusi Baco dan Profil Keulamaan
Tidak kalah pentingnya, beliau juga hadir sebagai sufi yang kemudian turut mempopulerkan kembali tarekat al-Muhammadiyah, sebuah tarekat yang diwarisi oleh ulama-ulama besar para anregurutta di Sulawesi.
Selain itu, beliau senantiasa menjaga karakter, muruah dan marwah keulamaan berjumlah dua belas karakter seperti yang dinarasikan oleh Imam al-Ghazali dalam magnum opus-nya Ihya’ ‘Ulum al-Din.
Beberapa di antaranya: tidak mencari dunia dengan ilmu agama; tetap tekun mencari ilmu; menjaga jarak dengan penguasa; tidak berfatwa serampangan; dan sebagainya. Karakter seperti inilah yang beliau selalu jaga, sehingga santri kemudian meneladani dengan riang.
Kini, ulama paku bumi itu telah pergi, meninggalkan sejuta kenangan dan keteladanan dalam diri para santri dan kyai di bumi Sulawesi. Kita doakan beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Setelah beliau, akan lahir jutaan santri dan kyai yang akan meneruskan kiprahnya. Sulawesi Selatan saat ini masih memiliki Anregurutta KH. Ali Yafie yang 10 tahun lebih sepuh dari almarhum.
Di samping itu, masih ada Anregurutta Baharuddin HS (Ketua MUI Makassar), Prof. Quraish Shihab, Prof. Nasaruddin Umar. Kita doakan beliau semua sehat walafiat sehingga dapat selalu berkiprah bersama umat.(*)