Breaking News:

AGH Sanusi Baco wafat

Paku Bumi Itu Telah Pergi: Anregurutta’ Sanusi dan Profil Keulamaan

Paku Bumi Itu Telah Pergi: Anregurutta’ Sanusi Baco dan Profil Keulamaan

TRIBUN TIMUR/THAMZIL THAHIR
Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulsel, AGH Sanusi Baco Lc 

Oleh

Farid F. Saenong
(Alumni I Pesantren Pondok Madinah UP)

TRIBUN-TIMUR.COM - Sabtu, 15 Mei 2021, setelah bermain bulutangkis beberapa set, kami istirahat menunggu giliran main berikutnya.

Tak sengaja, tangan ini meraih HP, ingin melihat beberapa grup di mana kami sedang mempersiapkan beberapa acara.

Mata tiba-tiba tertuju ke grup alumni pondok, dengan awal berita kematian.

Penasaran siapa yang meninggal di bulan Syawal ini, kami membuka dan sangat kaget mendengar kepergian Anregurutta Sanusi.

Beberapa saat sebelumnya, memang ada request di beberapa grup untuk mendoakan beliau yang sedang dirawat di rumah sakit. Tak disangka, Allah memanggilnya begitu cepat.

Anregurutta Sanusi pergi meninggalkan banyak kenangan dan teladan bagi santri dan kyai lainnya.

Selama dua dekade terakhir, beliau seakan-akan satu-satunya kyai yang paling kharismatik di Sulawesi dan Indionesia Timur di usianya yang sangat senior (84 tahun, kelahiran 3 April 1937).

Meski konstalasi gerakan dan organisasi Islam di Sulawesi Selatan sangat dinamis, sosok keulamaannya membuat siapapun tak mampu menolak posisinya sebagai Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan dalam tiga periode terakhir dan Rais Syuriah PWNU Sulawesi Selatan.

Jika dirunut trah keulamaan Sulawesi di masa modern, Anregurutta Sanusi termasuk dalam generasi ulama ketiga setelah Anregurutta Sade (1908-1952) dengan Pesantren As’adiyah-nya di Sengkang, dan Anregurutta Ambo Dalle (1900-1996) dengan Pesantren DDI Mangkoso-nya, beserta ulama lainnya (seperti AGH. Daud Ismail, AGH. Muhammad Yunus Martan, AGH. Hamzah Badawi, AGH. Abdul Malik Muhammad, AG. Prof. Drs. HM. Rafii Yunus Martan, MA, Ph.D, dan beberapa lainnya). Anregurutta Sanusi di trah keulamaan ketiga.

Jika boleh dibandingkan dengan ulama kharismatik dan pesantren di Jawa, Anregurutta Sade selevel dengan Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, dan Anregurutta Ambo Dalle bagaikan KH. Wahab Chasbullah.

Dalam konteks kepesantrenan, As’adiyah adalah Tebu Ireng, sedangkan DDI Mangkoso persis sama dengan Tambak Beras. Dari Rahim DDI Mangkoso inilah, Anregurutta Sanusi muncul dengan cemerlang.

Pondok pesantren terakhir yang beliau asuh adalah PP Nahdhatul ‘Ulum di Soreang Maros, sekitar 20 km di utara kota Makassar.

Halaman
1234
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved