Breaking News:

AGH Sanusi Baco Wafat

Bupati Maros Mengenang AGH Sanusi Baco Lc, Berdoa di Rujab Bupati yang Hampir 10 Tahun Tak Dihuni

Bupati Maros Mengenang AGH Sanusi Baco Lc, Berdoa di Rujab Bupati yang Hampir 10 Tahun Tak Dihuni

TRIBUN-TIMUR.COM/THAMZIL
Bupati Maros M Chaidir Syam (46), melayat ke rumah duka AGH M Sanusi Baco Lc (1937-2021) di Jl Kelapa Tiga, Makassar, Minggu (16/5/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekitar pukul 12.21 Wita, Minggu (16/5/2021) dini hari, Bupati Maros M Chaidir Syam (46), melayat ke rumah duka AGH M Sanusi Baco Lc (1937-2021) di Jl Kelapa Tiga, Makassar.

Chaidir datang bersama Ketua DPRD Maros M Patarai, anggota DPRD Provinsi asal Maros M Irfan AB.

Sebelumnya, wakil bupati Maros Suhartina Bohari, juga datang melayat.

Ikut bergabung lebih dulu politisi Maros, M Nur Hasan Cacang.

Di depan jenazah Gurutta CHaidir membacakan Alfatihah, lalu mencium dua kali ubun-ubun Gurutta.

"Waktu saya deklarasi, Oktober 2020, Pak Kiai datang mendoakan pasangan kami sebelum kampanye . Pak (Ashabul) Kahfi pun berujar spontan, ini tanda-tanda dari langit sudah turun." Kenang Chaidir.

Cerita Chaidir ini dibenarkan Irfan AB dan putra sulung Gurutta, M Irfan Sanusi.

Setelah moment itu, Chaidir pun menang di Pilkada Maros.

Beberapa hari usai, pelantikan kepala daerah, Chaidir mengundang Gurutta Sanusi datang ke rumah jabatan bupati, di samping Masjid Raya.

Kebetulan, di akhir Februari 2021 itu, Guruttta Sanusi menghadiri acara pelantikan GP Ansor dan NU Maros.

Di rumah jabatan itulah, Bupati Chaidir kembali meminta Gurutta agar mendoakannnya untuk bisa memanggul amanah lima tahun kedepan di kabupaten kelahiran Gurutta, Maros.

"Alhamdulillah, dengan senang hati, Pak Kiai datang. KEbetulan saat itu, saya dan keluarga baru mau masuk ke rumah jabatan, setelah hampir 10 tahun tak ditinggali bupati sebelumnya (M Hatta Rahman)."

Chaidir mengenang, sosok Gurutta Sanusi sebagai ulama yang lembut, santun, dan isi ceramahnya selalu menyentuh jiwa, bisa diterima semua golongan dan tidak berafiliasi atau menyindir golongan tertentu.

Chaidir mengaku juga ikut terlibat dalam proses pemakaman adik dan ipar kandung Gurutta, KH M Said Baco, yang meninggal dunia saat dia sudah menjabat bupati.

Dia juga berharap pesantren Nahdlatul Ulum yang ada di Soreang, Barandasi, bisa mencetak ulama-ulama khas seperti Kiai Haji Sanusi Baco Lc.(*)

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Hasriyani Latif
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved