Breaking News:

Bentrok Israel Palestina

Hanya Ada Hamas, Ternyata Ini Penyebab Palestina Tak Punya Pasukan Tentara Lawan Israel

Hamas yang menguasai Gaza juga memiliki sayap militer bernama Brigade Izz Ad-Din Al Qassam

int
Pasukan Hamas 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pasukan Hamas menjadi garis depan embela Palestina, dalam konflik melawan ISrael.

Dengan roket-roket udara, terus menggempur Israel.

Konflik Israel-Palestina menyisakan sebuah pertanyaan, kenapa Palestina tidak punya tentara, Angkatan Laut, atau Angkatan Udara?

Tenraa Palestina dimana?

Jawabannya adalah karena Palestina tidak diakui sebagai negara, tetapi mereka memiliki Pasukan Keamanan Nasional Palestina, yaitu paramiliter dari Otoritas Nasional Palestina (PNA).

Pasukan itu hampir mencakup semua bidang kecuali Paspampres, Keamanan Dalam Negeri, dan Intel.

Melansir situs Welcome to Palestine, sejak Kesepakatan Oslo 1993 berlaku pasukan ini beroperasi di wilayah yang dikendalikan PNA.

Pada 2003 organisasi-organisasi itu lalu bergabung menjadi Badan Keamanan Palestina yang tanggung jawabnya mencakup penegakan hukum secara umum.

Perjanjian bilateral antara PNA dan Israel membatasi ukuran, persenjataan, dan struktur pasukan.

Perjanjian tersebut memberi Israel hak meninjau calon yang direkrut dan menahan persetujuan jika mereka mau.

Pada 2007 Pasukan Keamanan Nasional Palestina berjumlah sekitar 42.000 prajurit.

Baca juga: Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Pemimpin <a href='https://makassar.tribunnews.com/tag/hamas' title='Hamas'>Hamas</a> Ismail Haniya memberikan pidato di Gaza City, Selasa (21/8/2018).

Pemimpin Hamas Ismail Haniya memberikan pidato di Gaza City, Selasa (21/8/2018).(AFP/ANAS BABA)

Hamas yang menguasai Gaza juga memiliki sayap militer bernama Brigade Izz Ad-Din Al Qassam, yang dibentuk pada awal 1990-an sebagai gerakan perlawanan bersenjata melawan pasukan pendudukan Israel.

Namun, Hamas terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Mesir, dan Jepang, meski Jepang secara terbuka mengakui bahwa Hamas secara demokratis memenangkan pemilu Palestina 2006.

Sementara itu Rusia, Turki, China, dan Swiss tidak memasukkan Hamas sebagai organisasi teroris.

Khusus untuk sayap militernya, Brigade Izz Ad-Din Al Al Qassam terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Inggris, Australia, dan Selandia Baru.

Izz Ad-Din Al Qassam adalah bagian integral dari Hamas dan berada di bawah ideologi mereka.

Akan tetapi brigade itu memiliki kemandirian yang cukup besar dan pemimpin sendiri.

Sayap militer itu juga menganggap diri mereka sebagai kekuatan perlawanan yang sah melawan pasukan pendudukan Israel, sehingga termasuk salah satu jawaban kenapa Palestina tidak punya tentara.


Kenapa Palestina tidak diakui sebagai negara?

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Islam Jakarta membawa bendera Palestina saat melakukan aksi di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Rabu (12/5/2021). Pemerintah Indonesia mengecam keputusan pengadilan <a href='https://makassar.tribunnews.com/tag/israel' title='Israel'>Israel</a> yang memerintahkan pengusiran paksa enam keluarga Palestina dari tempat tinggal mereka di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur. Serta mengecam kekerasan yang dilakukan aparat keamanan <a href='https://makassar.tribunnews.com/tag/israel' title='Israel'>Israel</a> terhadap warga sipil Palestina yang terjadi dalam sejumlah bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Islam Jakarta membawa bendera Palestina saat melakukan aksi di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Rabu (12/5/2021). Pemerintah Indonesia mengecam keputusan pengadilan Israel yang memerintahkan pengusiran paksa enam keluarga Palestina dari tempat tinggal mereka di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur. Serta mengecam kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Israel terhadap warga sipil Palestina yang terjadi dalam sejumlah bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Mengutip artikel Kompas.com pada 17 Juli 2020, tidak ada alasan valid kenapa Palestina tidak diakui sebagai negara.

Melansir History, lebih dari 135 negara anggota PBB telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Artinya, sekitar 82 persen populasi dunia secara resmi mengakui Palestina sebagai negara, tetapi sekitar 50 negara di dunia tidak mengakuinya.

Mengutip A History of the Israeli-Palestinian Conflict (1994) karya Mark Tesser, negara-negara yang mengakui Palestina antara lain Uni Soviet, China, India, Yugoslavia, Sri Lanka, Malta, dan Zambia. Indonesia termasuk salah satu negara yang mengakui negara Palestina.

Lalu negara-negara yang tidak mengakui Palestina antara lain Israel, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, Perancis, Spanyol, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru dan lain-lain.

Baca juga: Konflik Israel-Palestina (3): Holocaust yang Berujung Pendirian Negara Israel

Sekelompok pria Palestina menyeret seorang pedemo yang terluka dalam bentrok dengan tentara <a href='https://makassar.tribunnews.com/tag/israel' title='Israel'>Israel</a> di Hebron, Tepi Barat, pada Jumat (14/5/2021).

Sekelompok pria Palestina menyeret seorang pedemo yang terluka dalam bentrok dengan tentara Israel di Hebron, Tepi Barat, pada Jumat (14/5/2021).(AFP PHOTO/HAZEM BADER)

Negara yang paling tidak mau mengakui Palestina sebagai negara adalah Israel.

Melansir Vox, konflik Israel-Palestina bermula dari bangsa Yahudi yang ingin mendirikan negara Israel dan bangsa Palestina yang ingin mendirikan negara Palestina.

Keduanya ingin mendirikan negara di wilayah yang sama sehingga muncul konflik.

Amerika Serikat dan kebanyakan negara-negara Barat tidak mengakui Palestina sebagai negara karena lebih mendukung Israel.

Melansir Institute for Policy Studies, ada hubungan erat antara Amerika Serikat dan Israel. Hampir semua negara Barat bersama Amerika Serikat mendukung Israel untuk mendirikan negara.

Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved