Breaking News:

Kabupaten Majene

Polisi Siaga 24 Jam di Perbatasan Majene-Polman, Warga yang Lewat Wajib Kantongi Surat Rapid Test

Penyekatan digelar di perbatasan Kabupaten Majene-Polewali Mandar, dan Majene-Kabupaten Mamuju.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM/HASAN BASRI
Pemerintah Kabupaten Majene mulai melakukan penyekatan larangan mudik lebaran di sekitar perbatasan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Kepala Bagian Operasional (Kabag OPS) Kepolisian Resor (Polres) Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) meminta masyarakat tidak mudik lebaran.

Masyarakat diminta silaturahmi secara virtual atau lewat online dengan sanak keluarga di kampung halaman.

"Di rumah saja dulu, silaturahmi dengan keluarga cukup video virtual saja demi mewujudkan situasi kembali normal," kata Kabag Ops Polres Majene Ujang Saputra, Rabu (12/5/2021).

Menurutnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik lebaran Idulfitri 11422 Hijriah demi mencegah penyebaran Covid-19.

TNI-Polri dan Pemkab Majene beberapa hari terakhir sudah melakukan penyekatan larangan mudik.

Penyekatan digelar di perbatasan Kabupaten Majene-Polewali Mandar, dan Majene-Kabupaten Mamuju.

Baca juga: Kemenag Majene Pantau Penerapan Protokol Kesehatan atau Prokes di Masjid, Penyuluh Ikut Diterjunkan

Setiap warga yang masuk di wilayah Majene diperiksa petugas di posko penyekatan.

Mulai dari data diri, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), keterangan rapid test antigen hingga Surat Izin Mengendara (SIM).

"Bagi pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat dipersyaratkan seperti rapid test, surat jalan, dan sebagainya, mohon maaf terpaksa diminta putar balik," katanya.

Aturan larangan mudik, katanya sudah jelas. Tidak ada lagi alasan untuk mudik sementara waktu demi memutus matarantai corona virus.

Selain larangan mudik, warga Majene juga dilarang takbiran keliling pada malam lebaran Idulfitri 1442 Hijriah atau malam tadi.

Keputusan diambil karena takbiran keliling berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga rawan dengan penyebaran virus corona.

"Untuk takbir keliling kita sudah sepakati ditiadakan," kata Kepala Kemenag Majene Adnan Nota.

Adnan Nota menganjurkan agar pelaksanaan takbiran dilakukan di masjid atau mushola dengan syarat minimal 50 persen.

Mereka tidak boleh ada pawai atau keliling yang menimbulkan kerumunanan.(san)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved