Idulfitri 1442 H
Jemaah Salat Idulfitri di Sinjai Wajib Pakai Masker, Khutbah Paling Lama 20 Menit
Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tengah mempersiapkan pelaksanaan lebaran Idulfitri 1442 H
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tengah mempersiapkan pelaksanaan lebaran Idulfitri 1442 Hijriah.
Satgas Covid Sinjai menyampaikan bahwa pihaknya akan melibatkan tim kesehatan Sinjai untuk memberikan pengawas dan pelayan kesehatan pada saat lebaran Idulfitri di Masjid Islamic Center nanti.
Hal itu dimaksudkan agar masyarakat yang melaksanakan Salat Idulfitri dapat menerapkan protokol kesehatan.
"Tentu kami siapkan petugas kesehatan seperti menyiapkan alat pengukur suhu tubuh setiap jamaah, meminta panitia menyiapkan alat cuci tangan dan handsanitizer," kata Sekretaris Satgas Covid-19 Sinjai, Budiaman, Senin (10/5/2021).
Satgas Covid-19 Sinjai juga menegaskan kepada pengurus Masjid Islamic Center untuk menerapkan menjaga jarak antara jamaah satu dengan yang lainnya.
Protokol kesehatan itu juga berlaku kepada seluruh panitia lebaran di setiap masjid yang menyelenggarakan Salat Idulfitri di Sinjai.
Kendati Kabupaten Sinjai sudah masuk sebagai zona kuning namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan.
"Kita tidak boleh lengah meski kita sudah zona kuning dan bahkan sudah banyak RT dan RW se Sinjai yang zona hijau dari virus covid," kata Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr Emy Kartahara Malik.
Diungkap bahwa tahun lalu kelaster pemudik juga yang banyak menyebar virus covid.
Karena itu setiap warga harus sama-sama menjaga protokol kesehatan tersebut agar semua selamat.
Sementera berdasarkan keputusam pemerintah pusat meminta masyarakat dan panitia masjid bersama pemerintah di daerah serta Satgas Covid-19;
Salat Idulfitri dilakukan sesuai rukun salat dan khutbah diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir.
Jamaah Salat Idulfitri yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjamaah.
Panitia Salat Idulfitri dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu (thermogun) dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir.
Bagi para lansia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan.