Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Petani Padi di Luwu Utara Meradang, Gabahnya Terpaksa Dijual Murah ke Pedagang Sidrap

Sejumlah petani di Luwu Utara mengeluh setelah musim panen raya.Sejumlah petani di Luwu Utara kesulitan menjual gabah mereka.

TikTok/satrio.audika
VIRAL Video Jalanan Desa Dipenuhi Gabah yang Dijemur, sang Pemilik Tak Marah jika Dilewati 

TRIBUNLUTRA.COM, SUKAMAJU - Sejumlah petani di Luwu Utara mengeluh setelah musim panen raya.

Sejumlah petani di Luwu Utara kesulitan menjual gabah mereka.

Bahkan petani terpaksa melego gabah mereka dengan harga murah.

"Bukah hanya dijual murah, gabah petani juga di utang oleh pedagang karena mereka belum memiliki uang," kata Adam, salah satu petani di Sukamaju.

Adam mengatakan, petani terpaksa menjual murah gabah mereka dengan cara diutang kepada pedagang Sidrap karena tidak punya pilihan lain.

"Mau bagaimana lagi, petani tidak punya pilihan. Daripada gabah tidak dijual. Tidak ada juga tempat untuk menyimpannya," katanya.

Menurut Adam, satu kilogram gabah petani di Sukamaju hanya dihargai Rp 4.100 sampai Rp 4.300.

Dibawah harga normal yang biasanya Rp 4.500 per kilogram.

"Itupun diutang lama oleh para pedagang," tuturnya.

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Desa Sassa, Kecamatan Baebunta.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved