Breaking News:

Shalat Kafarat

Kapan Waktu Shalat Kafarat dan Bagaimana Niat Sholat Kafarat? Dilakukan Jumat Terakhir Bulan Ramadan

Pertanyaan Apakah Shalat Kafarat itu? Kapan Waktu Shalat Kafarat? Dan bagaimana niat Sholat Kafarat? dan kapan dilakukan?

Editor: Mansur AM
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi shalat - Kapan Waktu Shalat Kafarat? Dan bagaimana niat Sholat Kafarat? Hanya dilakukan di Jumat terakhir Bulan Ramadhan 

Dalam menjawab pertanyaan tersebut Buya Yahya menjelaskan langsung dari referensi, tidak menghadikan pendapatnya.

Shalat kafarat ada 3 macam modelnya.

"Sholat kafarat macam-macam modelnya, terlepas dari benar atau tidak. Ada modelnya seperti yang disebutkan pada hadist diatas ini adalah satu macam sholat kafarat."

"Ada lagi shalat kafarat lainnya adalah shalat lima waktu diakhir bulan Ramadan, jadi ada 3 macam"

"Yang ketiga dua salam dua salaman dengan bacaan ayat khusus." Jelas Buya Yahya.

Kemudian dilanjutkan oleh Buya dengan kebenaran hadist tersebut

"Langsung saja kalau shalat kafarat yang disebut hadist diatas, para ulama menjelaskan bahwasannya ini hadist tidak ada dan tidak dibenarkan." Lanjutnya dikutip dari TribunSumsel.com dengan judul Sholat Kafarat di Bulan Ramadhan,Pengganti Hutang Sholat 1000 Tahun, Ini penjelasan Buya Yahya., 

Bahkan semuanya ini disimpulkan, saya simpulkan dari 3 model kafarah ini.

"Seorang imam besar yang bernama Imam Ibdnu Hajar al-Haitami al-Makki didalam Fatwa al-Fiqhiyah al-Kubro, kemudian itu fatwa dilihat juga dari murid beliau dan murid beliau tidak merubah fatwa tersebut karena murid beliau orang hebat yang kitab fiqih mansyur di Indonesia Syekh Zainuddin al-Malibari, didalam kitab tersebut didalam shalat 4 sunnah dibelakang juga menyebutkan fatwa yang disebutkan oleh Ibnu Hajar setelah itu pensyarah fatumul in syahdu bakar syato dengan inana tulobinatun ternyata beliau juga mengukuhkan mengambil omongan syeh zainudin almali bari sebagai seorang mualifnya mengembalikan kepada fatwa Ibnu Hajar al-Haitami bunyinya adalah amalan itu adalah sangat diharamkan." Jawab Buya Yahya

Dalam penjelasan tersebut Buya Yahya menekan kepada pada majelis bahwa itu mengambil dari kata fatwa dari Imam Ibdnu Hajar al-Haitami.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved