Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran

145 Petugas Siaga di Posko Perbatasan Bone

Posko penyekatan perbatasan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) berlaku efektif 6 Mei hingga 17 Mei.

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR
Bupati Bone, Andi Fashar M Padjalangi saat berkunjung ke posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (PPC-19) kecamatan, Selasa (1442020) 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Posko penyekatan perbatasan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) berlaku efektif 6 Mei hingga 17 Mei.

Awalnya hanya lima posko perbatasan dibentuk, yaitu posko perbatasan Libureng, Lamuru, Ajangale, Amali dan Kajuara.

Kemudian ditambah satu posko lagi di Kawasan Pelabuhan Bajoe. Posko ini untuk memeriksa orang yang ingin menyeberang dari Bajoe-Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) maupun sebaliknya.

Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Bone, Yusuf mengatakan larangan mudik mulai 6 Mei hingga 17 Mei. 

Kebijakan ini mengacu Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah.

"Kita tetap memgacu SE 13 Tahun 2021. Terhitung  6 Mei hingga 17 Mei kegiatan mudik ditiadakan," katanya Rabu (5/6/2021).

Ia menjelaskan defisini mudik adalah orang yang kembali menuju daerah untuk bertemu sanak keluarga dalam rangka hari raya idulfitri.

Misalnya, jika ada orang menuju Bone dan mengaku orang Bone, akan tetapi setelah diperiksa kartu tanda penduduknya (KTP) dia tidak ber-KTP Bone lagi, melainkan KTP daerah lain. Maka bisa dikatakan masuk kategori mudik. 

Sementara orang yang masih ber-KTP Bone melakukan perjalanan antar kecamatan dan kabupaten, tidak masuk kategori mudik.

Namun, ketika ingin melintas di posko perbatasan untuk masuk ke Bone harus memperlihatkan surat keterangan anti gen atau surat tugas.

Halaman
12
Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved