Penanganan Covid
Mendagri Puji Sulsel Angka Kesembuhan Tertinggi di Sulsel
Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti Rapat Koordinasi virtual bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti Rapat Koordinasi virtual bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian dari Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Senin (3/5/2021).
Serta dihadiri beberapa diantaranya Menhub, Menag, Wamenkes, Panglima TNI, Kapolri, Kabin, Jaksa Agung, Kepala BNPB/Kasatgas Covid-19.
Rakor yang diikuti oleh Kepala Daerah se Indonesia ini dalam rangka Penegakan Disiplin Protokol kesehatan dan Penanganan Covid-19 di daerah.
Turut hadir mendampingi Plt Gubernur, diantaranya Kapolda Sulsel, Inspektur Kodam (Irdam) XIV/Hasanuddin, Kabinda Sulsel, serta beberapa Kepala OPD Lingkup Pemprov Sulsel.
Dalam arahannnya Mendagri, Tito Karnavian mengingatkan agar kepala daerah untuk massif meningkatkan protokol kesehatan.
Guna mencegah lonjakan kasus Covid-19, menjelang libur Idul Fitri 1442 H. Dirinya tidak ingin terjadi lonjakan seperti halnya terjadi di India.
Bahkan Tito Karnavian pun memuji penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan.
"Sulawesi Selatan sebagai daerah dengan tingkat kesembuhan tertinggi dan angka kematian terendah secara nasional," ungkapnya.
Usai mengikuti Rakor itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersyukur.
"Alhamdulillah bapak Mendagri menjadikan Sulsel sebagai percontohan. Hal ini berkat capaian tim yang bekerja baik, sehingga angka kesembuhan tertinggi 98 persen dimana rata-rata nasional 91,3 persen. Angka kematian juga terendah 1,5 persen dari pusat 2,7 persen," jelasnya.
"Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur sekitar 8 persen. Sehingga Sulsel masih memiliki 92 persen cadangan sehingga dianggap lebih bagus dalam kesiapan recovery secara nasional," tambahnya.
Meski kasus Covid-19 di Sulsel mulai menurun, kata dia, namun perlu waspada dan memperketat pengawasan.
"Tetapi Kami tetap perlu waspada khususnya di tempat-tempat keramaian. Kita tidak boleh lengah, apalagi ada virus corona varian baru, B1617, itu lebih ganas," jelasnya.
Seperti diketahui, varian B1617 menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di India, sehingga membuat negara itu menjadi kewalahan.
"Kita harus waspada dan perlu meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan," tegasnya.