Tribun Bone
Hindari Anjing Menyeberang, Mobil Gran Max Tabrak Pohon
Hindari Anjing Menyeberang, Mobil Gran Max Tabrak Pohon di Jl Gatot Subroto, Lingkungan Pallengoreng, Kelurahan Biru, Kabupaten Bone.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Sebuah mobil Daihatsu Gran Max mengalami kecelakaan tunggal di Jl Gatot Subroto, Lingkungan Pallengoreng, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (4/5/2021) pagi.
Dari video yang diperoleh mobil dengan nomor polisi DW 2374 AU tampak rusak parah. Mobil dalam keadaan terbalik ke kiri.
Bagian depan penyok dan kaca mobil pecah. Bagian samping kanan mobil juga penyok.
Kanit Laka Satlantas Polres Bone, Iptu Siswanto mengatakan mobil tersebut berisi tiga orang, terdiri seorang sopir dan dua penumpang.
Sopir bernama Ancil (18) alamat di Desa Tiroang, Kecamatan Palakka.
Dua penumpangnya bernama Latang (58) dan Jamaluddin (36). Dari kartu identitas keduanya beralamat Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Siswanto menuturkan, mobil melaju dari arah selatan, Sinjai menuju ke utara, Bone.
Saat tiba di lokasi kejadian, sang sopir Ancil mencoba menghindari anjing yang menyeberang dan genangan air.
Namun, mobil oleng ke kiri lalu ke kanan sehingga menabrak pohon yang berada di pinggir jalan. Kuatnya benturan membuat pohon tumbang.
"Dari hasil oleh TKP dan keterangan saksi, sopir coba hindari anjing yang menyeberang dan genangan air di pinggir jalan. Mobil pun oleng ke kiri dan ke kanan lalu menabrak pohon," katanya melalui sambungan telepon.
Beruntung, kata dia, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, ketiga orang dalam mobil dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Sang sopir, Ancil alami luka patah tertutup di paha kiri. Dia saat ini dirawat di Rumah Sakit M Yasin.
Sementara penumpang, Latang alami luka terbuka di kepala, patah tertutup di betis kanan, luka tergores di paha kanan dan tangan. Saat ini masih dirawat di Rumah Sakit M Yasin.
Penumpang bernama Jamaluddin hanya mengalami luka memar di bagian dada. Dia saat ini dirawat di Rumah Sakit Pancaitana.
Perwira berpangkat dua balok ini belum mengetahui pasti tujuan ketiganya. Namun, ada dugaan mereka hendak mudik sebelum berlakunya pelarangan mudik.
"Belum diketahui tujuan mereka, baru bisa diketahui kalau kita lakukan BAP. Kemungkinan mau mudik," ujarnya.(*)
Laporan Kontributor TribunBone.com, Kaswadi Anwar