Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bone

Viral Kakek di Bone Buat Bangunan di Bawah Tanah, Pengerjaanya Hampir Dua Tahun

Seorang kakek di Kabupaten Bone viral di Media Sosial (Medsos), setelah membuat bangunan di bawah tanah.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Zainuddin (54), warga Dusun Cacae, Desa Awang Cenrana, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) membangun bangunan di bawah tanah 

TRIBUNBONE.COM, CENRANA - Seorang kakek di Kabupaten Bone viral di Media Sosial (Medsos), setelah membuat bangunan di bawah tanah.

Rumah sang kakek berada di Dusun Cacae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jaraknya dari pusat Kota Watampone 35 kilometer. 

Rumah sang kakek, berjarak sekira 2 kilometer di Kantor Desa Awang Cenrana. Kondisi jalan masuk ke rumahnya masih beralaskan tanah.

Terlihat rumah panggung berdiri dengan pekarangan rumah samping kiri dan belakang terdapat lubang galian.

Sang kakek bernama, Zainuddin usianya 54 tahun.

Ia lalu menunjukkan hasil karya yang telah dibuatnya hampir dua tahun. Ia membuat ruangan di bawah tanah dengan kedalaman dua hingga tiga meter.

Zainuddin membuat bangunan di bawah tanah dengan tangannya sendiri, tak ada bantuan dari orang lain. Alat yang digunakan pun sederhana.

Terdapat tangga untuk menuju ruangan tersebut. Ada pula lubang yang diukir terhubung satu sama lain untuk ke suatu ruangan.

Bahkan, ia membuat replika sumur. Ia mempercantik karyanya tersebut dengan memasang rerumputan di bagian pinggir.

"Kalau bulan September mendatang, sudah dua tahun saya kerja ini," katanya saat ditemui (Senin (3/5/2021).

Pria disapa Cerang ini berencana membuat kolam ikan dan kandang ayam di sebelah utara rumahnya.

Kata dia, bangunan bawah tanah yang dibangun masih jauh dari kata rampung.

Ayah satu anak ini membutuhkan semen untuk memperkuat hasil karyanya.

Pasalnya  jika hujan turun, terkadang beberapa bangunan bawah tanah yang dibuat ambruk karena kondisi tanah yang agak labil.

Disisi lain, dia belum memiliki uang untuk membeli semen dan kebutuhan lain untuk memperkuat bangunan yang dibuat.

"Kalau hujan saya berhenti kerja. Takutnya ambruk, harus disemen untuk membuatnya kuat. Butuh dana Rp 50 juta. Kalau tidak disemen, sia-sia pekerjaan saya," ucapnya.

Pria yang kini tinggal sendiri ini mengaku, keahlian membangun tersebut diperoleh ketika di merantau dan bekerja di Malaysia.

Ia bekerja serabutan, dari buruh kelapa sawit, matombak hingga menjadi tukang bangunan untuk beberapa waktu.

"Dari kerja tukang batu saya dapat keahlian ini. Saya coba manfaatkan tanah di pekarangan rumah untuk bangun bangunan bawah tanah," pungkasnya.

Sementara tetangga Zainuddin, Mare mengatakan baru mengetahui bahwa Zainuddin membuat bangunan di bawah tanah.

"Saya kira dia hanya menggali tanah saja, ternyata ada dia buat ruangan di bawah tanah," katanya.

Laporan Kontributor TribunBone.com, Kaswadi Anwar

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved