Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Mamuju

STIE Muhammadiyah Mamuju Bakal Berubah Jadi Universitas, Sisa Evaluasi Dokumen

STIE Muhammadiyah Mamuju Bakal Berubah Jadi Universitas Muhammadiyah Mamuju, Sisa Evaluasi Dokumen

Penulis: Nurhadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju, Muchtar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Selangkah lagi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju berlih status menjadi Universitas Muhammadiyah Mamuju.

Meski belum resmi beralih status menjadi universitas, karangan bunga ucapan selamat atas evaluasi perubahan bentuk dari sejumlah pejabat dan alumni sudah memadati depan kampus STIE Muhammadiyah Mamuju di Jl Baharuddin Lopa, Kelurahan Binanga.

Di antaranya, Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi dan Ketua DPRD Mamuju Aswar Anshari Habsi.

Kedua pimpinan lembaga perwakilan rakyat itu adalah alumni STIE Muhammadiyah Mamuju.

Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju, Muchtar mengatakan saat ini persiapannya sudah dalam tahap akhir. Yakni evaluasi dokumen yang sudah pernah dikirim ke LLDikti.

"Sebelumnya kami sudah mengirim dokumen peralihan status dari sekolah tinggi menjadi universitas ke Direktorat Kelembagaan, Dirjen Dikti, Kemendikbud Riset dan Teknologi dan sudah dinyatakan lolos sehingga tahapan selanjutnya adalah evaluasi lapangan," kata Muchtar saat ditemui tribun-timur.com di kampus II STIE Muhammadiyah Mamuju, Senin (3/5/2021).

Dia mengatakan semestinya Ditjen Kelembagaan dan tim evaluator hadir di Mamuju, namun karena kondisi pandemi Covid-19 sehingga dilakukan secara daring atau virtual zoom.

"Pertimbangan berikutnya karena kondisi Mamuju baru saja dilanda gempa bumi menyebabkan banyak fasilitas hotel hancur sehingga diambil kesimpulannya dilakukan evaluasi dokumen secara daring," ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh dokumen yang pernah dikirim ke Dirjen Dikti akan diperlihatkan secara daring kepada tim evaluator yang dibagi menjadi tiga.

"Ada aspek umum, aspek keuangan dan aspek hukum. Sehingga hari ini kami bagi tiga ruangan, tiga link zoom yang dilakukan secara faralel," ucapnya.

Aspek umum, lanjutnya, terkait dengan sumber daya manusia (SDM) STIE Muhammadiyah Mamuju, terdiri dari dosen dan tenaga pendidik atau karyawan.

"Termasuk kondisi sarana dan prasarana. Jadi hari ini tim evaluator meminta kami untuk merekam kondisi sarpras kami, gedung secara keseluruhan, ruangan belajar, ruangan dosen dan laboratorium," katanya.

Kemudian aspek hukum atau legalitas, kapan STIE Muhammadiyah bediri dan siapa pengurusnya, termasuk kepemilikan lahan untuk pengembangan kampus.

"Itu minimal 10.000 meter per segi, kami akan buktikan kepada tim evaluator dengan memperlihatkan sertifikat tanah bahwa kami sudah punya lokasi, makanya kami panggil semua pimpinan Muhammadiyah Wilayah dan Daerah untuk memperlihatkan itu," tuturnya.

Terakhir aspek keuangan, terkait proyeksi kesanggupan pendanaan dalam mengembangkan perguruan tinggi.

"Kami sudah diaudit oleh lembaga audit eksternal, kami memperlihatkan bagaimana keuangan tiga tahun terakhir termasuk menyampaikan sanggupan membiayai dan kami sudah dikirimkan dana oleh pimpinan pusat Muhammadiyah untuk pembiayaan jika resmi terbentuk," ungkapnya.

"Sebentar sekitar pukul 14.00 nanti akan dilakukan rapat pleno, apakah langsung turun SK perubahan status ke Univesitas atau masih ada perbaikan, tapi kami sudah optimis STIE Muhammadiyah Mamuju akan menjadi universitas," lanjutnya.

Untuk menjadi universitas, lanjut Muchtar, membutuhkan lima program studi ( Prodi) dan pihaknya sudah mengusulkan pembentukan lima program studi baru.

Yakni program studi teknik perencanaan wilayah dan kota (PWK), peternakan, agribisnis teknologi hasil perikanan dan manajemen sumber daya perairan.

"Secara dokumen hanya empat yang lolos. Yang tidak lolos itu PWK. Meski pun satu tidak lolos tapi tetap memenuhi syarat kami sudah punya dua program Studi yakni Manajemen dan ekonomi pembangunan," jelasnya.

"Jadi nanti kami akan punya tiga fakultas, yakni fakultas ekonomi dan bisnis sebagai kampus utama, fakultas teknik, peternakan dan agribisnis di kampus I Jl Pattalunru, Mamuju," pungkasnya.

Sejarah Singkat

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju terbentuk atas gagasan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju dengan membentuk panitia penyelenggara.

Pembentukan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan No. A2/022/SK-PDM-MU/1416 yang menetapkan berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju pada tanggal 14 Februari 1996 M bertepatan dengan 24 Ramadhan 1416 H, serta didukung dengan landasan dasar:

Diketahui STIE Muhammadiyah berdiri atas Rekomendasi Pimpinan Wilayah Sulawesi Selatan No : I.A/1.f/013/1416 Perihal Permintaan Rekomendasi Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju tanggal 10 April 1996 M bertepatan dengan 21 Dzulkaidah 1416 H.

Surat Petunjuk dari Kopertis WIlayah IX Sulawesi No : 1787/09/KI/96 tanggal 16 Mei 1996 perihal Pendirian PTS Baru.

Rekomendasi Bupati Tingkat II Mamuju No : 425.12/012/II/96/Sos tanggal 16 Februari 1996.

Selanjutnya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju mengajukan status “terdaftar” untuk dua program studi jenjang strata satu (S-1). Ajuan status tersebut dibalas dengan Keputusan Koodinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IX Sulawesi No. 272 Tahun 1997 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Panitia Evaluasi Status Terdaftar Jurusan Manajemen (61201) dan Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan (60201).

Di masa-masa awal, kampus STIE Muhammadiyah Mamuju bertempat di Jalan Pattalunru No. 2, Mamuju. Seiring berjalannya waktu, STIE Muhammadiyah Mamuju membangun kemudian menempati Kampus II di Jalan Baharuddin Lopa, Mamuju.

STIE Muhammadiyah Mamuju saat ini telah mendapat akreditasi B dari BAN-PT. Adapun jumlah mahasiswa sebanyak 1112 orang terdiri dari 859 program studi manajemen dan 253 Ekonomi pembangunan.

Sejak berdiri STIE Muhammadiyah Mamuju sudah mencetak sebanyak 2.977 alumni.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved