Saat Dibonceng Motor Tangan Anda Pegang Besi Belakang? Waspada Justru Berbahaya, Ini Fungsi Behel
penempatan behel di bagian belakang bukan dimaksudkan sebagai pegangan bagi orang yang dibonceng.
TRIBUN-TIMUR.COM - Jika Anda sedang dibonceng motor oleh orang yang bukan pasangan atau keluarga Anda? Di mana Anda biasa berpegang?
Rerata orang akan berpegang dengan behel, atau besi di bagian belakang motor.
Ternyata, hal tersebut tifak boleh dan justru berbahaya lho.
Hampir setiap sepeda motor dilengkapi dengan behel motor yang berada tepat di belakang jok. Tak sedikit yang salah menggunakan benda tersebut sebagai pegangan boncenger.
DIlansir kompas.com Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani, mengatakan, penempatan behel motordi bagian belakang bukan dimaksudkan sebagai pegangan bagi orang yang dibonceng.
Melainkan tak lebih untuk memudahkan pemilik motor ketika akan memarkir motor dengan standar tengah.
"Selama ini memang banyak yang salah, paling utama pemboncengnya sendiri. Selain untuk tumpuan saat mau standar tengah, fungsi lain dari behel sebenarnya juga ke estetika dan membantu ketika saat membawa barang serta memindahkan motor ketika parkir," kata Agus, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Posisi berkendara dan membonceng Suzuki Bandit 150(Kompas.com/Setyo Adi)
Agus menambahkan, bila memegang behel saat berkendara justru berisiko bagi pembonceng.
Sebab, secara tak langsung pembonceng memberikan tumpuan dan membuat bagian belakang motor jadi lebih berat.
Posisi tersebut akan berdampak negatif bagi handling motor. Pengemudi bisa saja kesulitan saat akan melakukan manuver atau ketika akan berbelok.
"Bisa saja kehilangan keseimbangan karena lawan arah dengan pengemudi," ujar Agus.
Agus mengatakan, berpegangan pada behel dapat menimbulkan bahaya.
Sebab, posisi tubuh jadi tak seimbang ketika pengemudi tiba-tiba melakukan akselerasi. Pembonceng bisa saja makin terpental ke belakang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/behel-motor-dibonceng-motor.jpg)