Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Finance

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Bank Syariah

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Bank Syariah

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasriyani Latif
Humas Pemprov Sulsel
Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjadi pembicara dalam Sarasehan Industri Jasa Keuangan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Four Point Jl Andi Djemma Makassar, Sabtu (1/5/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjadi pembicara dalam Sarasehan Industri Jasa Keuangan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Four Point Jl Andi Djemma Makassar, Sabtu (1/5/2021).

Sarasehan dengan tema Peran Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung PEN dan Pemberdayaan UMKM di Sulawesi Selatan tersebut, juga menghadirkan narasumber Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Ngatari dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, memaparkan upaya pemerintah dalam mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produksi dengan mengupgrade standarisasi produk.

"UMKM kita sudah lebih dari 1 juta, di tahun 2020-2021 kita sudah mengupgrade produk standarisasi untuk sertifikasi dan juga repackaging produk," katanya.

Tahun depan, lanjut Plt Gubernur, program ini akan semakin ditingkatkan di seluruh pelaku UMKM di Sulawesi Selatan sehingga para pelaku UMKM memiliki standarisasi produk untuk masuk ke market place.

Terkait dengan peran perbankan syariah dalam memberdayakan UMKM, Andi Sudirman, berharap ada program dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dapat menguatkan sektor-sektor usaha kecil di Sulawesi Selatan.

"Kita berharap ada program produk BSI yang bisa menguatkan kita disektor sektor usaha kecil, kita juga mendorong organisasi syariah," katanya.

"Seperti saya sendiri sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah sedang menggenjot klinik Syariah, bisnis syariah dan memikirkan bagaimana bantuan mikro kedepan tanpa bunga untuk Permodalan bagi para pelaku usaha kecil atau calon pengusaha yang baru ingin merintis sebuah usaha," imbuhnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, sarasehan ini dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada para pelaku UMKM di Sulsel yang menjadi mitra perbankan tentang peran serta Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam membantu pemberian pinjaman modal secara syariah Kepada pelaku UKM.

"Masyarakat butuhkan produk-produk syariah yang berkualitas harganya lebih murah dan pelayanan nya lebih bagus makanya kita sekarang punya Bank Syariah Indonesia (BSI) yang kita harapkan bisa menjangkau ke seluruh masyarakat di daerah," jelasnya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara, menyampaikan dalam sarasehan tersebut banyak yang menjadi masukan terkait dengan upaya pemulihan ekonomi dan upaya membantu UMKM dari sisi bantuan perbankan syariah Indonesia.

Menurutnya, di Sulawesi Selatan ada 1,2 juta pelaku UMKM namun hanya sebagian kecil saja yang bisa mengakses perbankan.

Sehingga hal tersebut perlu dicarikan solusi yang tentu dengan hadirnya Bank Syariah Indonesia bisa membantu pengembangan UMKM di Sulawesi Selatan baik itu literasi keuangan maupun dengan perkreditan.

"Yang pasti kita berharap dengan hadirnya BSI ini minimal ada pembeda dengan perbankan konvensional. Untuk itu sebagai masyarakat muslim di Sulsel tentu ini bisa dimanfaatkan," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Ngatari, menjelaskan Bank Syariah Indonesia merupakan penggabungan dari tiga bank syariah, yakni Bank Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BNI Syariah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved