Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mayat di Pantai

Tak Ada Tanda Kekerasan, Pria Mengapung di Pesisir Pantai Tompong Bantaeng Diduga Tenggelam

Seorang pria bernama Dg Gassing (70) ditemukan tewas mengapung di wilayah pesisir pantai di Kabupaten Bantaeng, Kamis, (29/4/2021) malam.

Tayang:
Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Abdul Haris Nicolaus. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Seorang pria bernama Dg Gassing (70) ditemukan tewas mengapung di wilayah pesisir pantai di Kabupaten Bantaeng, Kamis, (29/4/2021) malam.

Lokasi penemuan mayat tepatnya di Kampung Tompong, Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Abdul Haris Nicolaus mengatakan, berdasarkan indikasi yang ditemukan, Gassing meninggal akibat tenggelam.

"Disimpulkan indikasi meninggalnya itu akibat tenggelam," kata AKP Abdul Haris Nicolaus kepada TribunBantaeng.com, Jumat, (30/4/2021).

Dijelaskan, peristiwa itu diketahui awalnya dari informasi dari masyarakat.

Dari informasi itu, Haris bersama anggotanya serta personel Kapolsek Bantaeng dan Bissappu mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kita turun setelah dapat informasi dari masyarakat. Kemudian kami datang bersama anggota Polsek Bissappu dan Bantaeng," ujarnya.

Saat berada di lokasi, anggota kepolisian melakukan olah TKP.

Namun karena waktu sudah malam sekitar pukul 22.30 WITA, sehingga tidak dilakukan langkah medis di TKP.

Dengan demikian, mayat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatutu Bantaeng untuk dilakukan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Yang ditemukan hanya lakban yang dibalut  pada jari kedua kaki setelah ibu jari.

"Setelah di periksa oleh dokter tidak ada tanda-tanda kekerasan. Kecuali jari setalah ibu jari. Tetapi tidak diketahui pasti kenapa ada lakbang dikakinya. Tetapi diduga dipasang sendiri," lanjutnya.

Selain itu, pihak keluarga juga tidak menyetujui dilakukannya autopsi.

"Untuk mengetahui secara detail harus diotopsi tetapi keluarga tidak mau. Namun hasil visum luar tidak ada tanda kekerasan. Sehingga indikasinya meninggal karena tenggelam," tuturnya.

Diketahui, sebelum ditemukan tewas mengapung, Gassing berangkat dari rumahnya di Bonto Sapiri, Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Dia berangkat bersama adik kandungnya bernama, Kulle (50) setelah berbuka puasa.

Gassing dan Kulle mendatangi kampung Tompong untuk mencari ikan dan kepiting.

Saat mulai melakukan aktivitas keduanya saling berjauhan berjarak sekitar 100 meter.

Sehingga, Kulle tidak mengetahui bahwa telah terjadi sesuatu terhadap Gassing.

Kulle, hanya melihat cahaya yang berasal dari senter headlemp yang digunakan Gassing bergerak tak beraturan.

Kulle juga tak mendengar suara Gassing meminta tolong sehingga dianggap tak terjadi apa-apa.

Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved