Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

KPK Kembali Periksa 4 Saksi Nurdin Abdullah Hari ini, Termasuk Rudy Djamaluddin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa saksi terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) suap dan gratifikasi infrastruktur di Sulsel

WA Ali Fikri
Juru Bicara KPK, Ali Fikri 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa saksi terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) suap dan gratifikasi infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri menginformasikan hal tersebut.

"Hari ini (29/4/2021) pemeriksaan NA TPK Suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021," ujar Ali Fikri via pesan WhatsApp, Kamis (29/4/2021).

Ada empat saksi yang dijadwalkan diperiksa Tim Penyidik KPK hari ini.

"Nurhidayah (Pelajar atau Mahasiswa), Rudy Djamaluddin (Kepala Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan), Andi Sahwan Mulia Rahman (Pegawai Negeri Sipil) dan Salim AR (Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel)," kata Ali Fikri.

Bila melihat keempat nama tersebut, khusus Rudy Djamaluddin yang juga mantan Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar sudah diperiksa sebelumnya oleh Tim Penyidik KPK.

Tepatnya di Mapolda Sulsel Jl Perintis Kemerdekaan Makassar, Jumat (2/4/2021) lalu.

Kala itu, Rudy dijadwalkan diperiksa sebagai saksi bersama, AM Sukri A Sappewali Mantan Bupati Bulukumba,  Syamsul Bahri Adc Gubernur Sulawesi Selatan dan Andi Buyung Saputra Plt Sekretaris Dewan DPRD Bulukumba.

Sementara tiga nama lainnya, yakni Nurhidayah seorang mahasiswa, Salim AR mantan Inspektorat dan Kepala UPT Penyelenggaraan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah IV Makassar Dinas PUPR Sulsel Andi Sahwan Mulia Rahman merupakan saksi baru.

Keempatnya dijadwalkan diperiksa di Kantor KPK Jl Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Tim Penyedik menjadwalkan pemeriksaan empat saksi, Rabu (28/4/2021) kemarin.

"Hari ini (28/4/2021) pemeriksaan NA (Nurdin Abdullah) TPK (Tindak Pidana Korupsi) suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," katanya via pesan WhatsApp.

Ada empat orang yang diperiksa sebagai saksi.

"Akbar Nugraha (wiraswasta), Kendrik Wisan (wiraswasta), Muhammad Irham Samad (wiraswasta) dan M Fathul Fauzt Nurdin (wiraswasta)," kata Ali Fikri.

Hasil riksa keempat orang tersebut belum dirilis KPK. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved