Tribun Mamuju

Terlibat Balapan Liar, Puluhan Kendaraan di Mamuju Diamankan Polisi

Puluhan kendaraan yang terlibat balapan liar di Jl Abdul Syakur, depan pasar baru, kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju diamankan polisi

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Polres Mamuju
Puluhan kendaraan yang terlibat balapan liar ditahan di Mapolresta Mamuju, Sulbar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Puluhan kendaraan yang terlibat balapan liar di Jl Abdul Syakur, depan pasar baru, kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, diamankan Satlantas Polresta Mamuju, Jumat (16/4/2021) dini hari.

Depan pasar baru memang kerap dijadikan arena balapan liar oleh sekelompok pemuda di Mamuju.

Kasat Lantas Polresta Mamuju, AKP Kemas Aidil Fitri mengatakan, selama ramadan pihaknya aktif melakukan razia.

"Kami menyasar balapan liar yang ada di dalam Kota Mamuju,"kata Kemas di Mapolres, Jumat (16/4/2021).

Dikatakan, razia dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat.

"Kami menerima laporan masyarakat mengenai aksi sekelompok pemuda yang kerap melakukan aksi balap liar yang meresahkan warga serta membahayakan keselamatan pengendara lainnya,"ujarnya.

Bukan hanya sekadar membubarkan, namun pihaknya tangkap dan lakukan penegakan hukum.

Dalam penangkapan tersebut, pihaknya juga bekerjasa sama dengan Patmor Sabhara Polresta Mamuju saat melakukan razia balap liar.

"Sekitar 20 unit sepeda motor yang telah kita amankan di kantor. Sanksinya, motor kita tahan walaupun ada surat-suratnya,"ucapnya.

Ia mengatakan, minimal dua minggu atau sampai dengan Lebaran baru dibebaskan sehingga ada efek jera.

"Biar mereka bisa bercerita kepada teman-temannya apabila ingin melakukan kegiatan balap liar,"terangnya.

Kemas menegaskan, pihaknya juga akan terus melakukan penindakan pengendara motor yang menggunakan knalpot bising dan tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor.

"Termasuk juga akan menindak pengendara yang tidak menggunakan helm usai salat Subuh dan jelang Magrib selama bulan Ramadhan,"tegasnya.

"Kalau soal helm, tidak ada batasan waktu. Setiap ada bentuk pelanggaran kita akan tindak. Tidak boleh beralasan usai melaksanakan ibadah,"tuturnya.

Kemal pun mengimbau kepada masyarakat, terutama kepada orang tua yang masih mengizinkan anaknya menggunakan sepeda motor maupun mobil yang masih di bawah umur.

"Tolong dicegah, jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, tertangkap tangan oleh polisi, sehingga dilakukan penegakan hukum dengan tilang,"pungkasnya. (tribun-timur.com)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved