Breaking News:

Tribun Bone

Berada di Hulu Sungai DAS Walanae, Walhi Minta Izin Tambang Marmer di Bontocani Bone Dicabut

Tambang marmer di Desa Bontojai dan Bulusirua berada di daerah hulu daerah aliran sungai (DAS) Walanae.

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR
Kondisi pertambangan bukti marmer di Desa Bontojai dan Desa Bulusirua, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone 

TRIBUNBONE.COM, BONTOCANIKecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki potensi alam yang besar.

Salah satunya tambang marmer. Letaknya di Desa Bontojai dan Bulusirua. Berada di daerah hulu daerah aliran sungai (DAS) Walanae.

Perusahaan yang mengantongi izin tambang untuk mengerjakan adalah PT Emporium Bukit Marmer.  Luas izin tambang 126,5 hektar.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulsel menanggapi keluarnya izin usaha pertambangan PT Emporium Bukit Marmer.

Menurut Staf Advokasi dan Kajian Walhi Sulsel, Slamet Riadi, secara keruangan daerah hulu harusnya menjadi daerah yang dilindungi dari aktivitas ekstraktif. Sebab, akan berdampak pada daerah hilir.

Terlebih, lokasi pertambangan berada di salah satu DAS di Sulsel yang sangat kritis yakni DAS Walanae.

"Hasil investigasi kami di lapangan menunjukkan bahwa pembukaan lahan secara masif untuk aktivitas pertambangan dan pembukaan jalan jelas akan berdampak buruk pada jasa lingkungan hulu DAS Walanae sebagai sumber mata air dan saluran irigasi masyarakat," jelasnya Senin (12/4/2021).

Selain itu, surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang yang bertugas di Wilayah Sungai Walanae-Cenranae kepada Aliansi Tolak Tambang Bontocani juga memperjelas bahwa BBWS Pompengan Jeneberang belum pernah menerbitkan rekomendasi teknis terkait dengan aktivitas tambang marmer di Hulu DAS Walanae.

"Melalui surat balasan dalam bentuk pemberitahuan dari BBWS Pompengan-Jeneberang maka kami menduga kuat penerbitan izin usaha pertambangan Marmer di Desa Bontojai dan Bulusirua cacat prosedur dan membahayakan masyarakat serta lingkungan di Bontocani," ungkapnya.

Slamet menambahkan, lokasi pertambangan terdapat dua gua atau leang yang masuk dalam WIUP perusahaan.

Halaman
12
Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved