Tribun Majene
VIDEO; Masjid Purbakala Syekh Abdul Mannan Salabose, Dibangun Gunakan Telur dan Gula Merah
Masjid Purbakala Syekh Abdul Mannan Salabose, merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah Indonesia yang berada di Kabupaten Majene
Penulis: Hasan Basri | Editor: Sudirman
TRIBUN - TIMUR. COM, MAJENE --Masjid Purbakala Syekh Abdul Mannan Salabose, merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah Indonesia yang berada di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Masjid ini masih berdiri kokoh di tengah pemukiman warga, tepatnya di Puncak Lingkungan Salabose, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.
Masjid ini dibangun pada tahun 1908 atau 400 tahun silam, merupakan peninggalan seorang tokoh penyebar Islam di tanah Mandar Majene, Syekh Abdul Mannan bersama pengikutnya.
Konon masjid ini dibangun dengan pahatan batu gunung menggunakan kuning telur dan gula merah sebagai perekat.
"Menurut dalam sejarah dan para ahli sejarah karena pada abad saat itu masih menggunakan kuning telur dan gula merah, disitu ada campuran dan batu pahat, " kata Imam Masjid Purbakala Syekh Abdul Mannan Salabose, Muhammad Gaus.
Menurutnya beberapa bagian masjid ini telah direnovasi karena lapuk dimakan usia, namun sejumlah ornamen penting lainnya tetap masih utuh.
Seperti kubah dan dinding yang terbuat dari batu hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat setempat.
"Pernah ada gempa besar dan ada retak. Sehingga diperkuat dengan cara dilem menggunakan semen, " ujarnya.
Bagian dari masjid yang tampak mencolok bagunan asli ada mihrab Masjid. Dinding mihrab Masjid dihiasi dengan sebuah ukiran yang memiliki makna nilai nilai Islam .
Menurut catatan sejarah, Syekh Abdul Manan merupakan orang yang pertama kali mensyiarkan ajaran Islam ke Majene, Sulawesi Barat.
Islam diperkirakan mulai memasuki wilayah Sulawesi Barat, termasuk Majene, pada abad ke-16 Masehi.
Oleh orang Majene, Syekh Abdul Manan diberi gelar To Salamaq di Salabose.
Alquran Dibuat dengan tulisan tangan
Selain peninggalan bangunan Masjid, ada juga sebuah kita suci alquran peninggalan Syekh Abdul Mannan, salah satu tokoh penyebar Islam di Majene.
Keunikan kita suci alquran ini karena dibuat dengan tulisan tangan. Walaupun sudah berusia ratusan tahun, alquran itu masih utuh dengan bacaan.