Demonstrasi HMI Manakarra

Mahasiswa Versus Polisi di Mamuju Sulbar, Aktivis HMI Manakarra: Polisi Mengacaukan Aksi Kami

Akibat bentrokan mahasiswa versus polisi, baju satu aktivis HMI Cabang Manakarra robek akibat ditarik oleh aparat kepolisian di Mamuju, Jumat (9/4).

Penulis: Nurhadi | Editor: Muh Hasim Arfah
tribun timur/nurhadi
Aksi Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Manakarra harus dibubarkan setelah membakar ban di perempatan Jl Ahmad Kirang - Jl AP Pettarani, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (9/4/2021). Satu aktivis HMI ditarik hingga bajunya robek. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Unjuk rasa menuntut Polres Polman (Polewali Mandar) atas status tersangka kader HMI Polman berujung ricuh. 

Aksi Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Manakarra harus dibubarkan setelah membakar ban di perempatan Jl Ahmad Kirang - Jl AP Pettarani, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (9/4/2021). 

Bentrokan mahasiswa versus polisi pun beberapa aktivis HMI Cabang Manakarra harus  menjadi tontonan warga. 

Bahkan siswa SMP pun melihat bentrokan mahasiswa versus polisia. 

HMI Cabang Manakarra menuntut dugaan ketidakadilan atas kader HMI Polman yang jadi tersangka oleh penyidik Reskrim Polres Polman atas bentrokan di kampus Unasman, Februari 2021. 

Akibat bentrokan mahasiswa versus polisi, baju satu aktivis robek akibat ditarik oleh aparat kepolisian.

Mahasiswa tersebut mengenakan baju kaos oblon hitam dan celana cino warna putih tulang.

Pantauan Tribun Timur.com, mahasiswa tersebut posturnya kurus dengan rambut sedikit kriting.

Dia berusaha melepaskan diri saat ditangkap oleh aparat di tengah kerumunan massa saat bentrokan mahasiswa versus polisi.

Sehabis ditarik, mahasiswa itu ingin mendekati aparat Polres Mamuju.

Alhasil, dia juga mengaku terkena pukulan aparat.

"Polisi mengacaukan aksi kami, kepada aparat kepolisian kami meminta jangan masuk dibarisan (HMI)," teriak seorang dari dalam aksi ini. 

Tampak juga kader HMI berusaha menenangkan rekan-rekannya yang tidak mampu mengendalikan emosinya.

Ketua Umum HMI Manakarra, Sopliadi, mengatakan, apa yang dilakukan aparat kepolisian tidak mencerminkan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

"Jangan main pukul, kita lihat sendiri siapa yang memulai keributan, jangan coba-coba menghalangi aksi kami,"kata Sopliadi dalam orasinya sambil berjalan ke depan PN Mamuju.

Baca juga: Polisi Versus Mahasiswa Adu Jotos, Kapolresta Mamuju Kombes Pol Iskandar: Tidak Ada Agenda Bakar Ban

Baca juga: Habis Bentrok dengan Polisi, HMI Cabang Manakarra Minta ke Polda Copot AKBP Ardi Sutriono

Kader HMI Mamuju dan aparat kepolisian Polresta Mamuju saling dorong di Jl Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (9/4/2021). Demonstrasi ini dipicu setelah anggota HMI Polman jadi tersangka atas bentrokan di Kampus Unasman, Sabtu (22/2/2021).
Kader HMI Mamuju dan aparat kepolisian Polresta Mamuju saling dorong di Jl Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (9/4/2021). Demonstrasi ini dipicu setelah anggota HMI Polman jadi tersangka atas bentrokan di Kampus Unasman, Sabtu (22/2/2021). (tribun timur/nurhadi)

Klarifikasi Kapolresta Mamuju

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Iskandar, mengatakan, pihak sudah melakukan tindakan sesuai aturan.

Kata dia, bentrokan yang sempat terjadi antara anggotanya dengan mahasiswa memang dipicu aksi bakar ban yang dilakukan mahasiswa.

"Dalam pemberitahuan aksi tidak diinformasikan, atau tidak ada tulisan yang mengatakan mereka akan melakukan aksi pembakaran ban," kata Iskadar kepada di sela-sela pengamanan unjuk rasa.(*)

Baca juga: Demo Berujung Bentrok Aktivis HMI Vs Polisi di Mamuju Jadi Tontonan Warga Hingga Jalanan Macet

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved