Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Golkar Sulsel

Taufan Pawe Temui Jusuf Kalla di Jakarta, Bahas Perkembangan Golkar

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan datang menemui mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di Jakarta.

Tayang:
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
Golkar Sulsel
Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Taufan Pawe menemui Jusuf Kalla di kediaman pribadi Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu malam, 7 April 2021. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan datang menemui mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di Jakarta.

Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu malam, 7 April 2021.

Jusuf Kalla merupakan tokoh Sulsel yang pernah menjabat Ketua Umum Partai Golkar Periode 2004-2008 lalu.

Taufan Pawe mengatakan silaturahmi ke tokoh senior Golkar itu merupakan kewajiban sebagai kader. 

"Alhamdulilah di tengah kesibukannya, beliau (JK) menyempatkan menerima kunjungan saya. Beliau terbuka dan sangat ramah. Beliau tokoh senior Golkar," kata Taufan Pawe dalam rilis yang diterima Tribun Timur, Kamis (8/4/2021).

Taufan Pawe mengatakan tokoh Sulsel yang sangat dihormati. Apalagi JK pernah menjabat Ketua Umum Partai Golkar.

"Sudah sepantasnya saya meminta restu dan doa kepada beliau," kata Taufan Pawe.

Dalam silaturahminya, Wali Kota Parepare dua periode ini menyampaikan seluruh perkembangan Golkar Sulsel. 

Mulai dari dinamika yang terjadi hingga perbaikan struktur partai. 

Salah satunya menghadirkan paradigma baru di Golkar Sulsel. 

Dimana kader Golkar saat ini merupakan subjek partai dalam menjalankan hak dan kewajiban. 

Apabila kader telah menjalankan kewajibannya membersarkan partai, maka hak politiknya diberikan cuma-cuma. 

"Saya sampaikan bahwa Insyallah puang (JK), tidak ada lagi eksploitasi kader. Tidak ada bayar-bayaran. Disitu beliau respon positif dan mengatakan betul itu. Sudah seharusnya demikian, jangan lagi ada seperti itu di Golkar," kata TP menirukan percakapannya bersama JK. 

Kepala daerah berlatar belakang profesional hukum ini menambahkan, dibawah kepemimpinannya, dirinya hanya membutuhkan kader yang tulus dan memiliki jiwa militansi dalam membersarkan Partai Golkar. 

"Makanya saya sampaikan tidak ada lagi bayaran-bayaran Puang (JK). Seperti orang yang membutuhkan diskresi itu tidak dimintai uang seperserpun. Itu bisa kita buktikan ke orangnya, yang mendapatkan diskresi itu orang-orang yang memiliki tekad dan mimpi yang kuat sehingga dianggap mampu besarkan Golkar," tambahnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved