Breaking News:

Tribun Makassar

Pekan Depan, Kanwil Kemenag Sulsel Pantau Hilal dari Atap Mal GTC

para pengurus masjid bisa memperketat protokol kesehatan sebelum dibuka untuk salat berjamaah.

TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Petugas Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Makassar melakukan pemantauan hilal di atas gedung Mall GTC, Selasa (21/7/2020). Pemantauan hilal yang dilakukan menggunakan teropong tersebut memastikan Idul Adha 1441 H jatuh pada 31 Juli 2020. tribun timurmuhammad abdiwan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, akan melaksanakan Rukyat Hilal awal Ramadan 1442 Hijriah.

Dalam surat undangan yang beredar, Senin (5/4/2021) malam, pemantauan hilal itu direncanakan berlangsung di Rooftop Mall Global Trade Centre (GTC), Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin pekan depan.

Tamu undangan pun diminta untuk hadir dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Awal Ramadan 1442 hijriah sendiri diperkirakan jatuh pada 13 April mendatang.

Menyambut bulan suci itu, Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, telah mengeluarkan edaran.

Edaran itu sekaitan tentang pelaksanaan ibadah salat Tarawih di masjid saat pandemi Covid-19.

Sebelum edaran itu diterbitkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengklaim telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Salah satunya membahas untuk pelaksanaan salat tarawih berjamaah di masjid. 

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, untuk salat tarawih dan Idulfitri nantinya sudah bisa dilakukan berjamaah di masjid.

Apalagi, salat lima waktu di masjid juga sudah dibolehkan.  

"Sekarang kan kita sudah mulai beradaptasi kebiasaan baru, memperbolehkan aktivitas namun tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar para pengurus masjid bisa memperketat protokol kesehatan sebelum dibuka untuk salat berjamaah.

Utamanya penggunaan masker pada jamaah dan pengaturan dalam masjid.

"Harus perketat protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, jaga jarak, serta mengurangi kapasitas (jemaah) maksimal 50 persen dari kapasitas biasanya," ungkapnya.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah dan menekan penularan Covid-19

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved