Breaking News:

Bom di Gereja Makassar

Update Kondisi Korban Bom Gereja Katedral Makassar

Awal pekan kedua pasca bom bunuh diri di Makassar, depan Gereja Katedral Makassar, empat korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Tribunnews.com
Petugas kepolisian melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di kawasan Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap dua terduga teroris di kediamannya yang juga dijadikan ruang pamer (showroom) mobil bekas. Penangkapan kedua terduga teroris ini berkaitan dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) pagi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Awal pekan kedua pasca bom bunuh diri di Makassar, depan Gereja Katedral Makassar, empat korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Kasubbag Was Interen RS Bhayangkara, AKBP dr Chaniago saat ditemui di pelataran RS Bhayangkara, Jl Letjend A Mappaodang, Makassar, Senin (5/4/2021) siang.
"Kondisi sekarang masih ada empat orang, kondisinya Alhamdulillah sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kebaikan," kata AKBP dr Chaniago.
Luka serpihan dari ledakan bom bunuh diri itu, kata Chaniago, sudah dibersihkan oleh tim medis.
"Dari awal masih kami sudah lengkapi seluruh pemeriksaan yang ada. Kami sudah membersihkan luka-luka yang dialami korban, sehingga hari ini kemungkinan kami akan pindahkan pasien ke ruang perawatan biasa," ujarnya.
Meski demikian, kata Chaniago, keempatnya belum diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Sebab, keempat korban itu kata dia masih harus menjalani proses pemulihan.
"Pasien kami tetap melakukan evaluasi sampai betul-betul mereka pulih sebagaimana sebelumnya," tuturnya.
Aksi bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral, Jl Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu 28 Februari.
Dalam aksi itu, dua orang terduga pelaku tewas di lokasi kejadian.
Keduanya merupakan pasangan suami-istri bernama Lukman dan Yogi Safitri Fortuna.
Selain menewaskan pelaku, bom panci yang diledakkan juga melukai 19 orang lainnya.
Ke-19 orang itu, merupakan jemaat dan pengurus gereja.
Para korban kebanyakan mengalami luka akibat terkena serpihan bom.
Beberapa dari mereka bahkan 
mengalami luka bakar akibat nyala api dari ledakan itu.
Dari 19 korban itu 15 diantaranya telah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan di rumah sakit.(*).
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved