Breaking News:

Tribun Makassar

Dewan Pers dan IJTI Gelar UKJ Tingkat Muda di Kota Makassar

Dewan Pers masih melakukan proses kurasi terhadap 54 peserta yang mengikuti tes pra UKJ.

IJTI Sulsel
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) bekerjasama Dewan Pers melaksanakan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Tingkat Muda di 34 kota dan provinsi di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) bekerjasama Dewan Pers melaksanakan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Tingkat Muda di 34 kota dan provinsi di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.

Ketua IJTI Sulsel, Andi Muhammad Sardi, mengatakan UKJ di Sulsel akan dilaksanan selama dua hari, Kamis- Jumat (8-9/4/2021) di Hotel Santika, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulsel.

Sebelumnya, kata Idho sapaan akrab Ketua IJTI Sulsel, sudah dilaksanakan pra UKJ secara daring, yang diikuti 54 peserta.

Pada pra UKJ tersebut, para peserta telah dibekali dengan tiga materi. Yakni filosofi jurnalisme yang dipaparkan oleh Tenaga Ahli Dewan Pers Marah Sakti Siregar, materi kode etik dan hukum pers oleh Manager Program RCTI Herik Kurniawan, serta teknik wawancara dan penulisan berita oleh Manager News MNC TV Rahmat Hidayat.

"Pra UKJ ini dilakukan pra test dengan 25 pertanyaan dasar seputar komptensi wartawan tingkat muda," kata Idho.

Saat ini, kata dia, Dewan Pers masih melakukan proses kurasi terhadap 54 peserta yang mengikuti tes pra UKJ. Hasil kurasi Dewan Pers akan diumumkan sehari menjelang UKJ.

Idho menjelaskan, rumusan kompetensi wartawan sudah dirumuskan Dewan Pers sejak tahun 2010, melalui program Standar Kompetensi Wartawan (SKW).

SKW itu mengklasifikasikan wartawan dalam tiga jenjang. Muda untuk wartawan yang menjadi pelaksana jurnalisme (reporter), Madya untuk yang mengelola ruang redaksi (redaktur) dan Utama untuk para pimpinan redaksi atau penanggung jawab redaksi.

Menurut Idho, pers yang memiliki peran penting dalam negara demokratis harus didukung oleh kompetensi jurnalis yang mumpuni.

"Pers yang didukung insan wartawan yang memiliki kompetensi jurnalistik terukur, jurnalis yang terampil dalam teknis jurnalistik, taat pada Kode Etik Jurnalistik dan berpengetahuan atau berwawasan luas," kata Idho.

Dia mengatakan, wartawan dalam menjalankan fungsi pers secara optimal harus memenuhi standar mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat sekaligus melakukan kontrol sosial yang efektif ke semua pilar demokrasi. Pers juga berperan sebagai alat chek and balance dalam sistem demokrasi.

Penulis: Nining Angraeni
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved