Tribun Mamuju
Angin Kencang Landa Mamuju, Atap Rumah Warga Beterbangan dan Pohon Tumbang
Selain pohon tumbang, beberapa rumah warga setempat mengalami kerusakan parah di Jl Urip Sumoharjo, Kabupaten Mamuju.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, SULBAR - Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (5/4/2021) pagi.
Selain pohon tumbang, beberapa rumah warga setempat mengalami kerusakan parah di Jl Urip Sumoharjo, Kabupaten Mamuju.
Hembusan angin kencang disertai hujan deras dengan intensitas lebat membuat atap rumah mereka beterbangan hingga ke badan jalan.
Bahkan sebuah mobil yang terpakir di depan rumah mengalami pecah kaca tertimpa balok kayu.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dipastikan warga mengalami kerugian besar.
Selain rumah warga, angin kencang juga merusak atap bagunan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.
Sementara untuk pohon tumbang terjadi di Jl Trans Sulawesi Barat, tepatnya di Dusun Salu Palado, Desa Patidi Mamuju.
Pohon berukuran besar itu sempat mengakibatkan kemacetan karena batang pohon menutupi badan jalan.
Prakirawan Stasiun II BMKG Majene, Hadi Nur Rohman, mengaku hampir seluruh daerah di Sulbar dilanda angin kencang.
Kecepatan angin mencapai sekitar 60km/jam dengan curah hujan 24.6mm.
" Ini masuk dalam kategori hujan lebat hingga sangat lebat, " paparnya.
Atas kejadian ini, Hadi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggalnya.
Meskipun, dua hari ke depan cuaca di Sulbar diprediksi dominan cerah berawan, tapi ada peluang kecil terjadinya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
"Perhatikan apakah lingkungannya memiliki potensi bencana seperti longsor, banjir, robohnya pepohonan," harapnya
Ia juga mengarapkan sedari mungkin untuk melakukan tindakan pencegahan dari potensi bencana tersebut dan meminimalisir timbulnya kerugian baik materil maupun jiwa.
"Terakhir kami himbau agar terus mengupdate dan memperhatikan info cuaca melalui aplikasi, website dan sosial media yang BMKG miliki, " ujarnya (san(