Breaking News:

Bom di Gereja Makassar

Pasca Bom di Makassar, Penjagaan dan Pengawasan di Pelabuhan Bajoe Ditingkatkan

Pasca aksi teror di Gereja Katedral, Makassar, aparat kepolisian melakukan pengawasan intensif di Pelabuhan Bajoe Bone

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR
Suasana saat personil Polsek Pelabuhan Bajoe melakukan pemeriksaan salah satu barang penumpang, Selasa (3132021). 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Pasca aksi teror di Gereja Katedral, Makassar, aparat kepolisian melakukan pengawasan intensif di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kapolsek Pelabuhan Bajoe, Iptu Sukirno mengatakan pihaknya bersama stakeholder Pelabuhan Bajoe memeriksa barang penumpang yang ingin menyeberang dari Bone-Kolaka maupun sebaliknya.

"Kita lakukan pengawasan ketat pasca teror di Makassar. Kita ingin memperkecil ruang gerak aksi teror dan upaya antispasi teror di fasilitas umum, seperti pelabuhan," katanya Selasa (31/3/2021).

Ia menjelaskan, setiap penumpang diperiksa barang bawaannya di pintu gerbang kedua sebelum masuk area kapal. Begitu pun ketika berada di atas kapal dilakukan lagi pemeriksaan.

Kata dia, pemeriksaan masih dilakukan secara manual. Sebab, pihaknya belum memiliki alat sesuai standar operasional prosedur.

Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk peningkatan keamanan pelabuhan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan. Ditambah ada instruksi langsung dari pimpinan.

"Ini menjadi atensi pimpinan. Tentunya kita ingin inginkan kondisi kamtibmas di Bone tetap kondusif," ucapnya.

Untuk diketahui Pelabuhan Bajoe tiap harinya melayani penyeberangan Bone-Kolaka. Ada tiga kapal yang beroperasi setiap hari.

Laporan Kontributor TribunBone.com, Kaswadi Anwar

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved