Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tanaman Hias

3 Cara Merawat Tanaman Aglaonema di Rumah Agar Lebih Cantik

Kepopuleran tanaman hias jenis aglonema mulai terasa sejak Pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu.

Editor: Muh. Irham
internet
Aglonema Tiara 

1. Pemupukan

Kunci tanaman hias aglaonema subur dan terlihat prima adalah menggunakan media yang tepat. Karena, dengan media yang tepat dapat mendukung penyerapan hara dan air ke dalam tanaman.

Dengan media berfermentasi, maka hara yang tersedia di dalamnya akan diserap tanaman sesuai kebutuhannya. Sebagai pelengkap, Bunda bisa memberikan pupuk majemuk lengkap secara rutin.

Sedangkan untuk pupuk dasar, biasanya para pekebun memiliki resep tersendiri. Misalnya dengan membenamkan campuran beberapa merek pupuk yang mengandung unsur makro dan mikro.

Selain itu, Anda juga bisa mengaplikasikan pupuk daun satu kali dalam sebulan, dari jenis pupuk majemuk lengkap seperti Growmore dengan dosis seimbang satu kali dalam sebulan.

Cara mengaplikasikan pupuk pun tidak bisa dilakukan lewat daunnya, Bunda. Melainkan langsung disiram ke media.

Tak hanya itu, pemupukan juga bisa dibarengi dengan penggunaan media terfermentasi yang nantinya akan dicampur dengan pasir malang dan zeolit sebelum digunakan.

2. Penyiraman

Aglaonema termasuk tanaman hias yang menyukai air. Karena itu jika Anda tinggal di daerah yang cukup panas, penyiraman bisa dilakukan setiap pagi dan sore hari, bahkan pada siang saat suhunya meningkat.

Namun syaratnya, media dibuat sangat porous, bagian yang disiram pun hanya daun saja.

Biasanya para pekebun juga membuat lubang tambahan dalam jumlah yang banyak. Tujuannya, selain media meneruskan air dengan baik, saluran di bagian terluar juga mendukung kelancaran air keluar.

Lubang ini dibuat hampir memenuhi seluruh dasar pot. Bentuk lubang sempit memanjang, sehingga tak membuat media mudah tercuci.

Untuk penyiraman sebaiknya menggunakan nozzle atau sprinkle dengan keluaran butiran air yang sangat halus. Butiran halus ini memiliki kelebihan mudah terserap tanaman dan menghindari daun terbakar, Bunda.

Namun, jika tinggal di lingkungan yang sangat teduh, metode penyiraman di atas tidak bisa diterapkan. Penyiraman dilakukan tergantung kondisi media, artinya kamu bisa menyiraminya saat media benar-benar kering.

Kisaran waktu penyiraman bisa dilakukan 3 hingga 4 hari atau 5 hingga 7 hari. Dengan pemberian air secara tepat bisa merangsang daun tumbuh optimal sesuai dengan potensi genetiknya nih.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved