Breaking News:

Kisah Sukses Pengusaha Sulbar

Kisah Sukses Pemuda Sulbar Tamatan SD, Jadi Eksportir Briket Arang Kelapa ke Tiga Negara

Sudirman seorang pemuda yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) dari Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Polman, Sulbar, sukses menjadi eksportir brike

Penulis: Nurhadi | Editor: Rasni
Humas
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengunjungi pubrik briket arang kelapa milik seorang pemuda di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman.(humas) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Sudirman seorang pemuda yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) dari Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Polman, Sulbar, sukses menjadi eksportir briket arang kelapa ketiga negara, yakni Jordania, Arag Saudi dan Mesir.

Usaha briket arang kelapa yang dilakoni Sudirman diekspor ke negara lain untuk bahan rokok shisha.

Sudirman mengatakan, untuk saat ini ia hanya mampu memproduksi hingga empat ton briket per harinya karena keterbatasan peralatan.

"Sebenarnya per harinya kami bisa memproduksi sebanyak 10 ton per hari sesuai kemampuan pabrik, namun karena peralatan yang masih minim, sehingga dalam per harinya hanya mampu memproduksi briket sebanyak empat ton,"kata Sudirman saat dikunjungi Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, kemarin.

Kendalanya, kata dia, termasuk peralatan oven yang masih kurang, jika mendapat tambahan open hingga tujuh akan mempu meningkatkat produksi hingga 10 ton per hari dan satu bulan mencapai 300 toh.

"Kami harapkan adanya bantuan dari pemerintah, sehingga bisa lebih berkembang,"ujar Sudirman.

Bahkan, menurut Sudirman, saat ini Dubai dan Turki melakukan permintaan ekspor briket arang kelapa namun kapasitas pabrik kecil sehingga belum bisa memenuhi permintaan yang banyak.

"Salam proses produksi bahan bakar yang digunakan berasalbdari kayu limbah yang sudah tidak terpakai ditambah dengan sabut kelapa,"ucapnya.

Sudirman mengatakan saat ini dia sudah memiliki 217 karyawan, semuanya merupakan pekerja lokal yang diberdayakan.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar saat melakukan kunjungan ke pabrik briket milik Sudirman menyampaikan rasa apresiasi karena bisa menjadi eksportir sukses meski pendidikan hanya sampai SD.

" Usaha yang bergerak sejak 2017 tersebut harus terus dibina dan dikembangkan, apalagi di tengah pandemi covid-19 yang berdampak turunnya perekonomian di berbagai daerah.Dengan adanya pabrik briket pengolahan tempurung kelapa ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian Sulbar untuk lebih maju, begitu juga dari segi serapan tenaga kerja sehingga jumlah pengangguran dan kemiskinan dapat berkurang. Inilah yang harus terus kita support dan bina,"kata Ali Baal.

Ali Baal pun menghimbau kepada pelaku UMKM agar kegiatan ekspor hasil produksi dari pabrik tersebut harus segera dijemput dan dimaksimalkan sesegera mungkin sebelum daerah lain melakukan hal yang sama.

"Kita harus pandai mencari. Adapun kendala-kendala yang dialami oleh pabrik briket itu, semoga secepatya ada bantuan dari pemerintah pusat sehingga bisa lebih maksimal,"tuturnya.(tribun-timur.com).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved