Tribun Sinjai
Harga Cabai di Sinjai Rp 70 Per Kilo
Muh Saleh mengungkap bahwa petani cabai rawit di Desa Bongki Lengkese memiliki keterbatasan produksi.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Dinas Perdagangan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengungkapkan harga cabai terus melonjak.
Harga terus naik tersebut dari sejak bulan lalu hingga saat ini yang harganya sudah mencapai Rp 70 kg per kilogram.
"Harga cabai rawit terus naik karena pasokan terbatas dari petani kita di Sinjai," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Sinjai, Muh Saleh, Kamis (25/3/2021).
Diungkapkan bahwa saat ini permintaan dari masyarakat di Sinjai terus meningkat.
Sebab cabai rawit ini digunakan untuk bahan makanan khususnya pengusaha kuliner di Sinjai.
Muh Saleh mengungkap bahwa petani cabai rawit di Desa Bongki Lengkese memiliki keterbatasan produksi.
Demikian juga petani cabai asal Sinjai Barat tidak mampu memenuhi permintaan di pasar Sentral Sinjai.
Keterbatasan produksi itu karena terkendala oleh musim.
" Maksimalnya petani di Sinjai Barat hanya mampu memproduksi satu kali dalam setahun.
Penyebab cuaca yang lembab jadi penyebab tanaman cabai tak mampu bertahan lama.
Berbeda dengan cuaca panas seperti Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto.
Saat ini cabai rawit dipasok dari Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto.
Hanya saja produksi terbatas ke Sinjai karena petani di daerah itu juga mengirim ke kabupaten lain.
Saleh memprediksi harga tersebut terus bertahan hingga memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Sebab petani cabai di Sinjai saat ini baru mulai menanam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pedagang-cabai-rar3e4f.jpg)