Breaking News:

Poltek ATIM Gelar Sharing Session Strategi & Pengembangan Inovasi dalam Pembangunan Zona Integritas

ada lima strategi dalam membangun Zona Integritas menurut Biro Humas Kementerian Perindustrian Muhammad Basri, apa saja?

dokumentasi
Politeknik ATI Makassar menggelar sharing session bertajuk 'Strategi dan Pengembangan Inovasi dalam Pembangunan Zona Integritas'secara luring di Aula Kampus Poltek ATIM dan daring melalui Zoom, Rabu (24/3/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Politeknik ATI Makassar menggelar sharing session bertajuk 'Strategi dan Pengembangan Inovasi dalam Pembangunan Zona Integritas'secara luring di Aula Kampus Poltek ATIM dan daring melalui Zoom, Rabu (24/3/2021).

Kegiatan yang diikuti pegawai Poltek ATIM tersebut menghadirkan tiga pemateri, yaitu Biro Humas Kementerian Perindustrian Muhammad Basri, Direktur Politeknik ATI Padang Ester Edwar, dan Yulis Mulianti dari Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) Makassar.

Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan agar seluruh pegawai memahami kontribusi apa yang mereka bisa lakukan untuk mendukung pembangunan zona integritas.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tidak bisa dicapai dengan kerja segelintir orang, melainkan seluruh pihak.

"Pembangunan zona integritas ini adalah suatu proses yang harus terus berjalan hingga menjadi budaya. Untuk itu, membutuhkan partisipasi aktif seluruh pihak yang terlibat, baik internal maupun eksternal. Untuk internal, tentu seluruh pegawai. Sedangkan eksternal, yaitu mitra industri yang telah bekerja sama dengan Poltek ATIM,"katanya

Dalam acara tersebut, Basri dari Biro Humas Kemenperin memaparkan materi terkait peningkatan kualitas pelayanan publik pada WBK dan WBBM di lingkungan Kemenperin.

Ia mengatakan, ada lima strategi dalam membangun Zona Integritas, yaiu komitmen, kemudahan pelayanan, program yang menyentuh masyarakat, monitoring dan evaluasi, serta manajemen media.

"Dalam penilaian zona integritas yang dinilai ada dua komponen, yaitu komponen pengungkit dan komponen hasil. Jadi harus memerhatikan bobot penilaian masing-masing komponen,"katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, ada tiga hal yang paling perlu diperhatikan, yaitu standar pelayanan, budaya pelayanan prima, dan penlaian kepuasaan terhadap pelanggan.

Sementara itu, Ester Edwar mengatakan, salah satu strategi Politeknik ATI Padang untuk meraih penghargaan WBK pada 2020 lalu, yaitu menghilangkan potensi pungutan tambahan kepada mahasiswa, seperti iuran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang kini dikelola langsung oleh mahasiswa.

"Meski ini hal kecil, tapi sangat memengaruhi persepsi mahasiswa,"katanya.

Sedangkan untuk memberikan pemahaman terkait pembangunan zona integritas kepada mahasiswa, Politeknik ATI Padang juga menggelar lomba desain infografis antikorupsi.

Upaya lain yang dilakukan dengan melakukan berbagai inovasi dalam pelayanan, antara lain ikut serta dalam SINOVIK 2020, pembuatan bank sampah, proyek terintegrasi pada unit Teaching Factory, open campus bagi pelajar, dan penyelenggaraan job fair untuk alumni.

Pembangunan zona integritas tidak hanya penting ditekankan kepada pelanggan, seperti yang dilakukan Politeknik ATI Padang, namun juga perlu diberikan kepada seluruh pegawai yang turut dilakukan BBIHP Makassar.

Yulis mengatakan, BBIHP Makassar melakanakan sayembara logo antarpegawai sebagai proses internalisasi zona integritas kepada pegawai dan melakukan pemilihan pegawai teladan.(*)

Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved