Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Pendidikan

Inilah Sosok Bapak Koperasi Indonesia, Cek Sejarah Lengkapnya

Selain dikenal sebagai Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung Hatta juga dijuluki bapak Koperasi Indonesia.

Editor: Rasni
int
Muhammad Hatta atau Bung Hatta 

TRIBUN-TIMUR.COM - Inilah sosok Bapak Koperasi Indonesia. Cek juga Serajah lengkap hadirnya koperasi di Indonesia.

Selain dikenal sebagai Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung Hatta juga dijuluki bapak Koperasi Indonesia.

Ternyata cukup panjang sejarah pemberian gelar tersebut kepadanya

Bung Hatta sendiri mendapatkan gelar Bapak Koperasi Indonesia adalah saat Kongres Koperasi Indonesia yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada 17 Juli 1953. seperti dikutip dari Kompas.

Saat itu, Bung Hatta menyebutkan, koperasi di segala bidang adalah salah satu jalan untuk melepaskan diri dari kemiskinan pasca lepas dari penjajahan Belanda.

Sejarah Koperasi

Dikutip dari Kompaspedia yang diterbitkan Harian Kompas, koperasi telah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia sejak masa kolonial Hindia Belanda.

Dari awal perkembangannya tujuan koperasi tidak berubah, yakni memberikan kesejahteraan terutama rakyat dari golongan ekonomi kecil.

Koperasi di Indonesia sudah dikenal sejak akhir abad XIX dan berkembang di awal abad XX.

Pemerintah Hindia Belanda menaruh perhatian cukup besar pada perkoperasian, mengingat usaha tersebut diminati oleh kalangan penduduk bumiputra.

Pada masa kolonial Hindia Belanda usaha merintis koperasi dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari swadaya masyarakat, organisasi politik, partai politik, hingga pemerintah.

Cikal bakal koperasi juga sudah ada sejak tahun 1896.

Patih Aria Wiriaatmadja di Purwokerto memulai suatu usaha yang disebut Hulp en Spaarbank (Bank Pertolongan dan Simpan) yang cara kerjanya mirip dengan koperasi dan mulai memberikan pinjaman kepada pegawai negeri.

Tahun 1898, Hulp en Spaarbank diperluas dengan memberikan pinjaman kepada para petani.

Namun, pemerintah kolonial tidak banyak mendukung cita-cita perkembangan koperasi saat itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved