Breaking News:

Gempa Sulbar

Dinas Kominfopers Sulbar Kembali Berkantor di Gedung

Dinas Komunikasi, Informasi Statistik dan Persandian (Kominfopers) Sulbar kembali memasuki gedung kantor setelah bekerja di tenda darurat

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Kegiatan serah terima pemanfaatan kantor Dinas Kominfopers Sulbar setelah selesai tahap rehab rekon pasca gempa bumi magnitudo 6.2 di lantai I kantor Dinas Kominfopers Jl And Malik Pattana Endeng, Mamuju.(nurhaditribun). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Dinas Komunikasi, Informasi Statistik dan Persandian (Kominfopers) Sulawesi Barat (Sulbar) kembali memasuki gedung kantor setelah bekerja di tenda darurat selama dua bulan akibat gempa bumi magnitudo 6,2 yang membuat puluhan gedung perkantoran rusak.

Dinas Kominfopers akan kembali memasuki gedung perkantoran setelah tersebut selesai direhabilitasi akibat rusak diguncang gempa bumi pada 15 Januari lalu.

Kantor Dinas Kominfopers Sulbar merupakan satu dari 90 lebih gedung perkantoran di lingkup Pemprov Sulbar yang direhabilitasi akibat rusak saat gempa bumi.

"Semoga ini bisa memberi makna untuk kita semua, bahwa kita telah memulai kembali melaksanakan aktivitas dengan normal,"kata Kepala Satgas Rehab Rekon PUPR Sri Hartoyo saat serah terima pemanfaatan kepada Pemprov Sulbar, Jumat (19/3/2021).

Dikatakan, rehab rekon tersebut merupakan amanat presiden yang ditugaskan kepada Satgas PUPR dalam rangka pemulihan pasca bencana alam gempa bumi di Majene dan Mamuju.

"Amanat presiden agar memprioritaskan penyelesaian rehab rekon bangunan pemerintah yang memiliki peran penting dalam pelayanan publik, nah kebetulan dinas kominfo ini sangat strategi dalam pelayanan publik,"ujarnya.

Dikatakan, rehab rekon bangunan lainnya saat ini telah berjalan sesuai dengan tingkat kesulitan masing-masing, sebab ada yang sedikit rumit seperti rumah sakit dan gedung kantor gubernur.

"Pada intinya pekerjaan rehab rekon ini melakukan pendekatan emergensi respon, bahwa kerusakan yang tidak struktural itu kita dahulukan seperti kominfo ini, karena kategorinya juga rusak ringan, semoga mempercepat pemanfaatannya sehingga perkantoran normal kembali,"kata dia.

Pekerjaan rebah rekon, kata dia, mengacu pada peraturan kepala RKPP nomor 13 tahun 2018 tentang penanganan rehabilitasi dalam kondisi darurat bencana alam.

"Jadi nanti setelah penyerahan ini, akan ada proses audit pekerjaannya kemudian dibayar sesuai hasil audit, sehingga kebe nantinya lakang tidak ada masalah yang berkaitan dengan keborosan atau korupsi dan lain sebagainya,"ucapnya.

Kadis Kominfopers Safaruddin Sanusi DM mengatakan pihak PUPR telah menyerahkan kantor Kominfopers untuk dimanfaatkan kembali setelah satu bulan dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat gempa bumi.

"Kominfo termasuk rusak ringan sehingga dikerjakan hanya satu bulan, kami ucapkan terima kasih banyak,  semoga pelayanan di kantor ini normal seperti biasa,"ujarnya.

Kemudian Kominfopers kata dia, memang dikerjakan lebih dahulu karena termasuk rusak ringan dan menjadi instansi yang dianggap strategis dalam pelayanan publik.

"Banyak pelayanan disini, termasuk pelayanan media. Kemudian ada pelayanan KIP, pelayanan PPID, disini laporan masyarakat dikelola, kemudian ada spam lapor, dan utama disini SPBE, semua server disini kalau disini tidak bagus kantor lain susah bekerja karena IT dan jaringan semua kantor, dikendalikan dari Kominfo, itulah kenapa kominfo jadi prioritas dalam tahap rehab rekon. Disamping pembenahan lainnya,"tuturnya. (tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved