Breaking News:

Tribun Bone

Terungkap Panitia dan Korban Kasus Dugaan Kekerasan Diksar Mapala IAIN Watampone Sulsel Satu Kampung

Fakta terungkap setelah kematian Mahasiswa Bone, Irsan Amir (19 tahun), mahasiswa IAIN Watampone, Sulsel,

handover
korban dugaan kekerasan Mahasiswa Bone, Almarhum Irsan Amir 

TRIBUN-TIMUR.COM- Beberapa fakta mulai terungkap atas kematian Mahasiswa Bone, Irsan Amir (19 tahun), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Watampone atau IAIN Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (15/3/2021).

Mahasiswa IAIN Watampone Meninggal Usai Diksar yakni Irsan Amir berasal dari Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Tim pendamping dan investigasi IAIN Watampone, M Imron Aziz SH MH mengatakan kampus ikut berduka atas kematian mahasiswa IAIN Watampone, Irsan Amir.

Beberapa panitia juga adalah keluarga dari Irsan Amir.

“Irsan dan beberapa panitia yang kita dapat informasi dari keluarga masih punya hubungan keluarga,” katanya.

Tapi, M Imron Aziz SH MH belum bisa memastikan apakah 16 tersangka yang sudah ditetapkan adalah keluarga dari Irsan Amir.

“Kami masih menunggu nama-nama dari Polres Bone,” katanya.

Menurutnya, Kampus IAIN Watampone akan mendampingi pihak korban dan tersangka dugaan penganiayaan Irsan Amir dan peserta Diksar Mapala.

“Kami berada di tengah-tengah, kami masih mencari tahu juga penyebab kematian dari Irsan Amir di rumah sakit,” katanya.

Karena lanjut Imron, polisi belum melakukan visum terhadap jenazah Irsan Amir.

Halaman
123
Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved