Breaking News:

Diksar Mapala IAIN Berujung Maut, Keluarga Almarhum Ikhlas, Pembina Bantah Ada Kekerasan Fisik

Saat ini, polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus meninggalnya Irsan Amir (19), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone.

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR
Suasana saat jenazah Irsan akan dikebumikan, Senin (1532021). Irsan, mahasiswa yang meninggal Usai Ikuti Diksar Mapala IAIN Watampone 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Kasus meninggalnya peserta pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Mappesompae, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone terus bergulir.

Saat ini, polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus meninggalnya Irsan Amir (19), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone.

Irsan meninggal dunia pada Senin (15/3/2021), dua hari usai mengikuti diksar Mapala di kampusnya itu.

"Sudah lima kita tetapkan tersangka dari panitia dan pengurus lembaga," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf, ditemui Rabu (17/3/2021).

Ardy enggan memberberkan nama-nama tersangka.

Perwira berpangkat tiga balok ini menyatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus ini, dan tak menutup kemungkinan masih akan ada tambahan tersangka.

"Kemungkinan tersangka masih bertambah. Kita lihat dari hasil pemeriksaan," ucapnya.

Dia menyebut, dalam kasus ini total 27 orang telah diperiksa.

Lima dari peserta diksar, dua dari keluarga korban Irsan, dan 20 orang dari panitia piksar dan pengurus lembaga mapala.

"27 orang, termasuk di dalamnya lima tersangka kita periksa dari tadi malam," tutur mantan Kasat Reskrim Polres Palopo ini.

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Syam
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved