Breaking News:

Gempa Sulbar

7.278 Warga Sulbar Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

Gempa bumi magnitudo 6,2 menggungcang Kabupaten Majene dan Mamuju pada 15 Januari lalu.

TRIBUN TIMUR/NURHADI
Info grafis kondisi pengungsi di Sulawesi Barat setelah dua bulan pascagempa bumi pada 15 Januari 2021 lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Dua bulan pascagempa bumi magnitudo 6.2 mengguncang Sulbar, sebanyak 7.278 warga masih tinggal di tenda pengungsian.

Gempa bumi magnitudo 6,2 menggungcang Kabupaten Majene dan Mamuju pada 15 Januari lalu.

Berdasarkan data posko transisi darurat bencana, dari 7.278 warga yang masih berada di pengungsian terbanyak di Kabupaten Mamuju, 5,977 tersebar di 43 titik atau lima kecamatan.

"Mereka yang benar-benar rumahnya hancur sehingga memilih masih berada di tenda dan menunggu bantuan perbaikan rumah yang sementara dalam proses," kata kepala bidang data posko transisi darurat bencana, Safaruddin Sanusi DM, Rabu (17/3/2021).

Di Kecamatan Simboro 2,299 jiwa, Kecamatan Mamuju 257 jiwa, kecamatan Tapalang 1.350 jiwa, Kecamatan Tapalang Barat 2.071 jiwa.

Sedangkan di Majene 773 orang di dua kecamatan, kecamatan Malunda 536 dan Ulumandar 237 jiwa.

"Mereka yang belum kembali ke rumah ini benar-benar rumahnya hancur, kemudian takut kembali kerumah dan menunggu kepastian relokasi,"ujarnya.

Data itu mengalami penurunan, sebab diberitakan sebelumnya jumlah pengungsi pascagempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat sebanyak 14.431 jiwa, Senin 8 Maret lalu.

Akibat gempa bumi yang terjadi pada 15 Januari lalu, menelan korban jiwa sebanyak 107 orang. Di Mamuju 96 dan Majene 11.

Kemudian yang mengalami luka berat, di Kabupaten Mamuju 209 dan Kabupaten Majene 69 orang. Sementara luka ringan di Mamuju 8.846 dan Majene 3.696.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved