Breaking News:

Tribun Sinjai

Respon PPK Jalan Sinjai-Bulukumba Soal Luapan Air ke Rumah Warga, Janji Segera Benahi

Air drainase jalan Sinjai-Bulukumba meluap ke rumah masyarakat Apareng, Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai. 

TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Air drainase jalan Sinjai-Bulukumba meluap ke rumah masyarakat Apareng, Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai. 

TRIBUNSINJAI.COM, TELLULIMPOE - Pejabat Pembuat Komitmen Jalan (PPK) di Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Sulawesi Selatan segera melihat langsung titik luapan air drainase jalan nasional yang meluap ke rumah masyarakat Apareng, Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai. 

Pembuat Komitmen Jalan (PPK) di Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Sulawesi Selatan bernama Basri mengatakan bahwa atas keluhan warga tersebut pihaknya akan menurunkan stafnya untuk mengecek langsung luapan air drainase yang disampaikan oleh masyarakat.

"Baik Pak tentu kami akan perbaiki dan terlebih dahulu kami akan cek dulu di lokasi," kata Basri saat dikonfirmasi oleh TribunSinjai.Com, Senin (15/3/2021).

Sementara dilaporkan oleh masyarakat bahwa 10 rumah di Apareng, Dusun Jatie, Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe terdampak air luapan saluran drainase di Jalan Poros Nasional Sinjai-Bulukumba.

Air luapan itu terjadi saat hujan deras seperti saat ini.

Beberapa hari terakhir ini masyarakat disibukkan air luapan yang masuk di teras hingga masuk di dalam rumah warga.

Tak hanya masuk di teras dan masuk ke dalam rumah warga. Tetapi air luapan itu juga masuk di dalam masjid di perkampungan setempat.

"Setiap hujan deras kami disibukkan dengan air luapan drainase itu karena masuk di teras dan ada yang masuk ke dalam rumah dan masjid jika," kata Muhlis salah seorang warga setempat yang juga korban dalam peristiwa tersebut.

Mereka khawatir jika pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Sulsel lambat membenahi drainase jalan tersebut maka akan berdampak pada labilnya area perumahan masyarakat setempat dan rusaknya rumah mereka.

Diungkap Muhlis bahwa perkampungan tersebut terdapat sungai di bawahnya.

"Jika air terus mengalir ke rumah kami, maka tanah bisa labil dan berpotensi tanah longsor karena ada sungai dan tebing di belakang rumah," kata Muhlis.

Masyarakat berharap agar pihak Balai Jalan Nasional dapat melakukan pembersihan sedimen termasuk sampah yang menutupi saluran air.

Sebab air drainase masuk ke dalam pekarangan rumah warga.

Pasca warga protes pihak pekarja Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Sulsel membenahinya sehingga air drainase tidak lagi masuk di pekerangan rumah warga. (*)
 

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved