PPP Sulsel
Muh Aras Pikir-pikir Maju Musyawarah Wilayah PPP Sulsel
Muh Aras masih pikir-pikir maju kembali memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Selatan (DPW PPP Sulsel).
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Muh Aras masih pikir-pikir maju kembali memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Selatan (DPW PPP Sulsel).
Sejauh ini, anggota DPR RI itu belum pernah menyatakan secara terbuka keinginannya maju kembali musyawarah wilayah partai berlambang Kakbah Sulsel itu.
Ketika dikonfirmasi Tribun Timur, Muh Aras belum memberikan jawaban pasti soal keinginannya maju kembali.
"Nanti kita lihatlah. Kita lihat dulu petunjuk pelaksanaan Muswil seperti apa," kata Aras saat dihubungi Tribun Timur, Senin (15/3/2021).
Muh Aras mengatakan, belum menerima petunjuk pelaksanaan Muswil PPP Sulsel ataupun Pedoman Organisasi (PO) partai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.
Oleh karena itu, politisi Kabupaten Soppeng itu mengaku belum bisa mengambil sikap soal keinginan maju kembali.
"Kemarin PO dan Juklat belum tuntas dibahas di Rapimnas. Jadwal muswil juga belum ada," ujarnya.
Sejauh ini, doktor jebolan Universitas Negeri Makassar itu ingin fokus bekerja sebagai wakil rakyat di senayan sekaligus Ketua DPW PPP Sulsel.
Menurutnya, kinerjanya sebagai ketua partai dan anggota DPR RI adalah modal jika maju kembali Muswil PPP Sulsel.
Aras menyerahkan kepada para DPC, apakah masih mendukungnya memimpin kembali PPP Sulsel atau menginginkan sosok pemimpin baru.
"Kita ingin kerja saja dululah," katanya.
Ditanya manuver Imam Fauzan mengumpulkan dan menggalang dukungan ketua-ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Aras menilai hal itu adalah hak pengurus.
"Tidak masalah ji itu," singkatnya.
Kepemimpinan Muh Aras di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulsel tidak lama lagi akan segera berakhir.
Muh Aras sudah hampir lima tahun memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulsel pada tahun 2021 ini.
Aras dilantik sebagai Ketua DPW PPP Sulsel oleh Ketua Umum Muhammad Romahurmuziy pada Kamis (1/9/2016) lalu.
Ketika itu ia menggantikan Amir Uskara yang naik level ke Dewan Pimpinan Pusat.
Dalam pemilu 2019 lalu, Muh Aras berhasil mengantar PPP memenangkan 4 Ketua DPRD kabupaten di Sulsel.
Antara lain Gowa, Bantaeng, Bulukumba, Luwu, ditambah kursi Wakil Ketua DPRD di Kabupaten Jeneponto.
Jumlah kursi PPP Sulsel turun dibandingkan kepemimpinan sebelumnya, M Amir Uskara.
Pada Pemilu 2019, kursi DPR RI untuk PPP Sulsel turun dari tiga kursi menjadi dua kursi. PPP gagal mempertahankan satu kursi di daerah pemilihan Sulsel 3 yang meliputi Luwu Raya.
Sementara kursi DPRD Sulsel PPP juga turun dari tujuh kursi menjadi enam kursi. PPP Sulsel gagal mempertahankan satu kursi di Dapil Sulsel 6 yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru.
Sejumlah kursi kabupaten juga turun. Seperti kursi PPP di Kabupaten Wajo turun dari 7 menjadi 3 kursi. PPP harus kehilangan kursi Wakil Ketua I. Bahkan gagal menggenapkan satu fraksi utuh.
Kursi Kabupaten Barru yang merupakan kampung halaman istri Muh Aras juga turun. Dari 3 kursi menjadi 1 kursi. Bahkan putra Aras yang maju nyaleg di Barru juga gagal. Pangkep dari 5 kursi turun menjadi 2 kursi.
Sementara Kabupaten Maros stagnan dua kursi, Soppeng, kampung halaman Aras stagnan 1 kursi, Bone stagnan dua kursi. Parepare meningkat dari 1 kursi ke 2 kursi.
PPP di Tangan Muh Aras
DPR RI
*3 kursi turun menjadi 2 kursi
DPRD Sulsel
*7 kursi menjadi 6 kursi
DPRD Kabupaten/kota
Turun
1. Wajo: 7 menjadi 3 kursi
2. Pangkep: 5 menjadi 2 kursi
3. Barru: 3 menjadi 1 kursi
4. Takalar: 3 menjadi 2 kursi
5. Luwu Utara: 2 menjadi 1 kursi
6. Selayar: 1 menjadi 0 kursi
7. Luwu Timur: 1 menjadi 0 kursi
8. Sinjai: 4 menjadi 3 kursi
Naik
1. Gowa: 6 menjadi 8 kursi (Ketua DPRD)
2. Bulukumba: 4 menjadi 6 kursi (Ketua DPRD)
3. Luwu: 4 menjadi 6 kursi (Ketua DPRD)
4. Bantaeng: 2 menjadi 5 kursi (Ketua DPRD)
5. Jeneponto: 2 menjadi 4 kursi (Wakil Ketua DPRD)
6. Parepare: 1 menjadi 2 kursi
7. Palopo: 1 menjadi 2 kursi
8. Enrekang 0 menjadi 1 kursi
9. Sidrap: 2 menjadi 4 kursi
Tetap
1. Maros: 2 kursi
2. Soppeng: 1 kursi
3. Bone 2 kursi
4. Makassar: 5 kursi
5. Pinrang: 4 kursi
6. Tana Toraja: 0 menjadi 0 kursi
7. Toraja Utara: 0 menjadi 0 kursi
Laporan Kontributor Tribun Timur @bungari95
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kolase-muh-aras-dengan-iman-fauzan-amir-uskara-1532021.jpg)