Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Vaksin Covid

Vaksin Sedikit, Pemerintah Minta Warga Bersabar

Menkes menyebut dengan jadwal vaksinasi dari Januari hingga Juni 2021 ketersediaan vaksin baru mencapai 80 Juta dosis.

Editor: Muh. Irham
WartaKota
Petugas kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga lansia secara drive thru di Kemayoran Jakarta, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNTIMUR.COM - Masyarakat diminta bersabar untuk mendapatkan vaksin covid-19. Sebab, jumlah vaksin yang saat ini diperoleh pemerintah jumlahnya terbatas.

"Artinya mesti sabar, mesti ada prioritas di semester pertama. Semester 2 akan ada akslerasi dan kita harus benar-benar keroyokan," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat acara webinar bertajuk Aku Siap Divaksin yang digelar KAGAMA, Minggu (14/3/2021).

Menkes menyebut dengan jadwal vaksinasi dari Januari hingga Juni 2021 ketersediaan vaksin baru mencapai 80 Juta dosis.

Diketahui kebutuhan vaksin covid-19 pemerintah berencana mendapatkan dosis vaksin sebanyak 426 juta untuk bisa memenuhi herd immunity 70 persen dari populasi penduduk Indonesia sebanyak 181,5 juta orang.

"Hanya 40 juta rakyat bisa kita vaksin dari 181,5 juta, karena vaksinnya cuma ada segitu. Saya minta sabar sampai Juni, kita cuma dapat 24 persen. Baru di semester 2 (dipercepat)," kata dia. Pada semester 2 nanti, pihaknya menargetkan harus bisa dilakukan vaksinasi sebanyak 1,5 juta dosis dalam sehari.

Sebab di semester pertama ini, kata dia, maksimal pemerintah hanya mampun memvaksin maksimal 500.000 dosis sehari.

Hal itu pula yang membuat pemerintah memberikan vaksinasi kepada masyarakat dengan membuat skala prioritas berbasis risiko.

Tahap pertama adalah dengan memberikan vaksin terhadap 1,5 juta tenaga kesehatan dan kelompok lanjut usia (lansia) yang jumlahnya mencapai 21,6 juta orang.

"Jadi saya imbau, karena vaksin sedikit kita sabar," ucap dia.

Sesuai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Menkes vaksinasi tersebut harus selesai dalam waktu 15 bulan.

"Kenapa belum selesai seusai keinginan Presiden? Masalahnya bukan karena kemampuan vaksinasi, tapi di produksi vaksinnya," ujar Budi.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah terus berusaha untuk mempercepat proses vaksinasi sesuai arahan Presiden. Kata Budi, saat ini keberadaan vaksin Covid-19 menjadi rebutan seluruh negara di dunia. Bahkan dari 100 negara, baru 60 negara saja yang berhasil mendapatkannya.

"Banyak negara belum dapat, kita beruntung sudah dapat. Malaysia gimana tidak tahu, Filipina sama Thailand baru mau mulai tidak jadi. Australia dan Jepang baru mulai," kata dia.

Ia mengatakan, total penduduk dunia sekarang sebanyak 7,8 miliar. Apabila 72 persen penduduk dunia yang divaksinasi, maka dibutuhkan 11 miliar dosis untuk dua kali vaksinasi.

Soal distribusi vaksin covid-19, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya terus berupaya agar seluruh proses distribusi baik melalui transportasi laut, darat, maupun udara dikawal dengan ketat. Hal tersebut dilakukan agar vaksin bisa tiba di wilayah tujuan dengan aman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved