Kenapa Saat Hari Raya Nyepi Tidak Boleh Keluar Rumah? Berikut Daftar Larangan Lain di Hari Nyepi
Kenapa saat Hari Raya Nyepi tidak boleh keluar rumah? Berikut daftar larangan lain di Hari Nyepi.
"Jangan mengumbar hawa nafsu dan terbuai oleh kenikmatan yang tidak penting sehingga saat Nyepi bisa terpusat kepada Tuhan," kata dia.
Jadi, Nyepi juga adalah untuk melakukan penyucian Buana Alit (manusia) dan Buana Agung (alam dan seluruh isinya).
Rangkaian Nyepi dimulai dengan Melasti yang dilakukan mulai Kamis 11 Maret 2021 hingga Sabtu 13 Maret 2021 mendatang.
Melasti ini tujuannya memohon air kehidupan kepada Dewa Penguasa Samudra yang disebut Tirta Kamandalu dan Amerta.
Juga untuk menghanyutkan semua semua kekotoran dunia, baik alam semesta (buana agung) dan diri sendiri (buana alit).
Dengan harapan hanyutnya kekotoran dunia maka akan terjadi keseimbangan.
Pada saat pandemi Covid-19, melasti dilakukan dengan jumlah peserta terbatas yakni 20-30 orang.
Biasanya melasti dilakukan di Pura atau Ngubeng, di danau, campuan (pertemuan dua sungai), dan di tempat air suci pura taman atau beji.
Melasti adalah rangkaian pertama, kemudian dilanjutkan tilem kesanga tanggal 13 yang bermakna menyucikan.
"Penyucian terhadap aspek negatif (buta) alam semesta dan mengembalikan ke sifat positif (dewa)," kata dia.
Tawur ini dilaksanakan berjenjang.
Tingkat nasional dilakukan di Candi Prambanan, tingkat Provinsi di Pura Agung Besakih, kabupaten/kota di perempatan jalan.
Hingga di tingkat desa adat di perempatan jalan desa.
Lalu di tingkat rumah tangga masing-masing.
"Ini nanti ditebarkan dan tirtanya dipercikan, dan ini untuk menetralisir rumah tangga, tirta untuk menyucikan hal-hal aura negatif yang memang berada di sekitar rumah," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nyepi-1-1332021.jpg)