Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Beroperasi Hanya Tiga Kali Seminggu, Pasar Mandai Makassar Mirip Pasar Kaget

Pasar Mandai salah satu pasar terluar kota Makassar. Pasar ini berada di daerah perbatasan Maros Makassar.

Tayang:
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/IKHSAN
Suasana di Pasar Mandai, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pasar Mandai salah satu pasar terluar kota Makassar.

Pasar ini berada di daerah perbatasan Maros Makassar.

Tepatnya berada di Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar.

Kepala Pasar Mandai, Abdul Hamid menjelaskan, sebelumnya pasar ini berada dibawah pemerintahan Kabupaten Maros.

Namun seiring dengan perkembangan dan perluasan Kota Makassar, akhirnya kebijakan Pemkab Maros menyerahkan pasar tradisonal tersebut ke Pemkot Makassar

"Dulu ini sebenarnya dibawah pemerintahan Kabupaten Maros. Tapi pas perluasan wilayah, akhirnya diserahkan ke Pemkot Makassar," ujar Hamid, Minggu (7/3/2021).

Selain itu, ada yang unik dari pasar yang berada di kilometer 19 dari Kota Makassar ini.  

Yaitu, waktu operasionalnya mirip pasar kaget yang ada dipelosok desa, karena beroperasi di hari tertentu saja.

"Iya, cuma tiga hari buka dalam seminggu. Dihari Selasa, Kamis dan Sabtu," terangnya.

Menurutnya jadwal itu sudah berlangsung sejak lama. 

Ketika pasar itu mulai terbentuk, hal ini dikarenakan para pedagang di pasar tersebut 60 persen diantaranya adalah penduduk Maros.

"Jadi tidak heran kalau mereka itu yang atur waktu menjualnya. Kalau hari Selasa, Kamis dan Sabtu di Pasar Mandai. kalau hari lain mereka tersebar dibeberapa pasar di Maros. Ada yang berjualan di Pasar Bulu-Bulu, pasar Batangase dan pasar Carangki Maros," jelas Hamid.

Maka tak heran jika di hari lain kondisi pasar itu jadi sepi. Hanya tampak beberapa pedagang kecil yang ada. 

Diketahui, sebelum pelebaran jalan di poros Perintis Biringkanaya tersebut, jumlah pedagang berkisar 347. 

Namun karena adanya pelebaran jalan kini tersisa yang masih aktif hanya 162 pedagang. 

"Sebenarnya data pedagang kami dulu mencapai 347 orang. Tapi karena tergusur dengan adanya pelebaran jalan, sekarang tersisa 162 pedagang," tutupnya.

Laporan tribuntimu.com, M Ikhsan

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved