Breaking News:

Tribun Bone

Aktivis Perempuan dan Anak Minta Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Bone Dihukum Maksimal

Kasus pemerkosaan anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Facebook Martina Majid
Aktivis Perempuan dan Anak Bone, Martina Majid 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Kasus pemerkosaan anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi korban pemerkosaan. Dia dua kali diperkosa. Kejadian tersebut terjadi dalam kurun waktu Oktober 2020 dan Februari 2021.

Pelaku inisial AK (23) dari Kecamatan Lamuru. Ia telah ditahan dan ditetapkan tersangka, Sabtu (27/2/2021).

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf mengaku pelaku disangka melanggar Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

"Sudah ditetapkan tersangka dan ditahan hari ini. Ancaman hukuman 5 tahun hingga 15 tahun penjara," tegasnya

Aktivis Perempuan dan Anak Bone, Martina Majid meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman maksimal terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Sebab, perbuatan yang dilakukan bisa berdampak panjang dan mempengaruhi psikis korban dan keluarganya.

"Harus diproses sesuai undang-undang berlaku. Pelaku kekerasan seksual harus dihukum seberat-beratnya. Sebab, bisa saja korban trauma dan berpengaruh terhadap psikologisnya," katanya Sabtu (27/2/2021).

Ia pun berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Termasuk melakukan pendampingan terhadap korban

"Saya akan meakukan asesmen dan pendampingan kepada korban dan keluarganya hingga kasus ini selesai," ucap Martina.

Laporan Wartawan TribunBone.com, Kaswadi Anwar

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved