Breaking News:

Tribun Bisnis

Mengapa Go-Food Lebih Banyak Digunakan? Ini Hasil Risetnya

Hasil lembaga survey ternama itu mencatat mayoritas orang atau mencapai 35% lebih memilih Go-Food

TRIBUN TIMUR/M FADLY
Go-Food masih memimpin layanan pesan-antar makanan secara online. Bagian dari ekosistem Gojek itu unggul karena memiliki loyalitas pelanggan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Go-Food masih memimpin layanan pesan-antar makanan secara online. Bagian dari ekosistem Gojek itu unggul karena memiliki loyalitas pelanggan.

Keunggulan Go-Food tersebut tercatat dalam riset tematik yang dilakukan CLSA dan diumumkan pada (24/2/2021) lalu.

Hasil lembaga survey ternama itu mencatat mayoritas orang atau mencapai 35% lebih memilih Go-Food lebih tinggi ketimbang kompetitornya.

Analis CLSA, Jonathan Mardjuki dalam catatan risetnya mengatakan, tema pesan-antar makanan online dipilih sebab sektor ini merupakan salah satu bisnis yang paling menguntungkan di tengah pandemi. 

”Pandemi telah mengubah dinamika bisnis di seluruh industri dan pengiriman makanan online mendapat manfaat dari perubahan tersebut. Survei kami menunjukkan bahwa 70% dari 450 responden lebih sering memesan makanan secara online daripada sebelumnya,” katanya via rilisnya.

Survei dilakukan terhadap 450 responden, mayoritas berasal dari Jakarta dan Bodetabek.

”Hanya ada dua pemain besar dalam bisnis pesan-antar makanan online di Indonesia: Go-Food yang dimiliki oleh start-up Gojek asal Indonesia dan Grab-Food yang dimiliki oleh perusahaan rintisan asal Singapura yaitu Grab,” katanya. 

Survei dibagi ke berbagai segmen. Berdasarkan pendapatan bulanan, proporsinya (19-23%) relatif sama untuk golongan Rp4-6 juta, Rp7-10 juta, Rp11-20 juta dan di atas Rp20 juta, sedangkan 10% responden berpenghasilan di bawah Rp3 juta atau tidak memiliki penghasilan bulanan sama sekali seperti pelajar atau mahasiswa.

Hasil survei didasarkan pada tingkat pendapatan, preferensi merek mereka, seberapa teratur mereka memesan makanan secara online, dan beberapa faktor lainnya.

Hasilnya, lebih banyak orang memilih Go-Food yaitu sebesar 35% vs 20% untuk Grab. Sedangkan sebesar 43% responden menggunakan kedua aplikasi.

”Go-Food, menurut kami, memiliki pelanggan yang lebih setia, dimana tiga keuntungan teratas dari penggunaan aplikasi adalah familiar dengan aplikasi, ketergantungan pada Go-Pay e-wallet dan 'ramah pengguna,” ungkapnya.

Dengan kekuatan brand yang dimiliki sebagai karya Indonesia,  CLSA memperkirakan pangsa pasar Gojek akan terus naik mencapai 58%. Angka pengguna aktif bulanan Gojek di perangkat android juga lebih tinggi dibandingkan Grab.

Berdasarkan survei, CLSA juga berpendapat bahwa pelanggan kini telah mengalihkan fokus pada aspek-aspek seperti kenyamanan aplikasi ketimbang pengiriman yang lebih cepat atau tingkat pembatalan yang lebih rendah oleh pengemudi, seperti di masa-masa awal. ”Ini telah menjadi standar umum untuk platform online,” ujar Jonathan.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved