Pelantikan Kepala Daerah

Danny Pomanto Resmi Jabat Walikota Makassar, Lelang Jabatan Berpotensi Diulang?

Setelah Danny Pomanto resmi menjabat sebagai Walikota Makassar, lelang jabatan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, berpotensi diulang.

TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi, usai memberi pidato sambutannya di Gedung DPRD Makassar, Jumat (2622021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Setelah Danny Pomanto resmi menjabat sebagai Walikota Makassar. Lelang jabatan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, berpotensi diulang.

Pasalnya menurut Wali Kota Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, lelang akan diulang jika peserta tidak ada yang memenuhi syarat yang ditentukan oleh tim transisi. 

Seperti visi misi yang tidak sejalan dengan program Danny - Fatma. 

"Artinya kalau saya pilih, berarti, oke. Siapa tau karena saya konsultasikan kriteria dengan tim Transisi, siapa tau tidak memenuhi kriteria semua," ujar Danny, Jumat (26/2/2021).

"Jika mereka tidak pernah mempertimbangkan soal visi misi kita, maka berarti diulang. Kan begitu. Kalau tidak ada dipilih yah diulang," lanjutnya.

Kata Danny, hal ini akan ditentukan berdasarkan laporan tim transisi. 

"Belum tahu, karena proses, kriteria juga bukan dari saya. Karena kalau saya lahirkan macam macam tafsiran, boleh dikatakan dendam lah, suka tidak suka lah,teman temannya, macam begitu," tuturnya

"Makanya saya hanya ini menerima dari laporan dari tim transisi. Tim transisi sudah mengumumkan itu," jelas Danny.

Apalagi katanya, kebanyak mereka yang lolos merupakan orang orang yang tidak dipakai saat ia menjabat dulu. 

Dari segi kualitas ia sudah tahu, meski ada orang baru yang punya kualitas.

"Kebetulan yang lolos tidak saya pakai dulu, jadi berarti saya tahu sekali orang orang ini, kira kira begitu. Ada juga orang baru yang punya daya tarik yang bagus," tuturnya.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Danny tetap akan memilih dari delapan jabatan lelang yang ada. Mereka yang dianggap punya visi misi yang cocok.

"Yang dipilih berarti sah, yang tidak dipilih berarti diulang. Simpel. Tapi kemungkinan ada yang saya pilih," tutup Danny.

Sebelumnya, sebanyak 13 peserta telah mengikuti tes kompetensi di Kantor Gubernur Sulsel. Mereka mengikuti assesmen, pembuatan makalah, dan tes wawancara selama dua hari. 

Mereka adalah Agus Djaja Said, Andi Asminullah, Andi Unru, Andi Yurnita, Arsyal, Firnandar Sabara, Haeruddin, Hasan Sulaiman, Ishak Iskandar, Khalid Musdalifah, Mansyur Nutung, Muh Masri Tiro, dan Syamsul Bahri. 

Delapan jabatan diperebutkan. Di antaranya, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penataan Ruang, Dinas Pendidikan. 

Dinas Perikanan dan Pertanian, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Sekretaris Dewan, dan BKPSDM.

Laporan tribuntimur.com, M Ikhsan

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved