Breaking News:

Tribun Wajo

Tidak Ada Polisi di Wajo Pakai Narkoba

Sebagaimana diketahui, ada 414 personel Polres Wajo. Sudah ada 350 personel yang telah melakukan tes urine

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Tes urine masih berlanjut di Polres Wajo, Rabu (24/2/2021). Kali ini, sebanyak 64 personel Polres Wajo yang tidak ikut tes urin pada Selasa (23/2/2021) kemarin, melakukan tes urin. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Tes urine masih berlanjut di Polres Wajo, Rabu (24/2/2021). Kali ini, sebanyak 64 personel Polres Wajo yang tidak ikut tes urin pada Selasa (23/2/2021) kemarin, melakukan tes urin.

Tes urin lanjutan itu dilakukan di Aula Sandi Mapolres Wajo dan Kantor Satlantas Polres Wajo. Hasilnya, 64 personel Polres Wajo itu dinyatakan negatif narkotika.

"Sudah semua dan hasilnya negatif, 64 orang kemarin tidak ikut tes urin karena ada yang sementara piket dan lepas piket," kata Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah.

Sebagaimana diketahui, ada 414 personel Polres Wajo. Sudah ada 350 personel yang telah melakukan tes urine sehari sebelumnya dan hasilnya negatif.

Tes urin tersebut dilakukan, buntut dari kasus pesta narkoba yang dilakukan Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti bersama 11 personelnya.

"Sesuai perintah Kadiv Propam Polri, tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di Kepolisian, siapa saja yang terlibat sudah pasti dipidana dan dipecat, putusan tidak dengan hormat," katanya.

Kasus Kompol Yuni, yang pernah menjabat Kasat Narkoba Polres Bogor itu, bukanlah yang pertama di tubuh Polri.

Beberapa hari sebelum kasus Kompol Yuni dan jajarannya terungkap, dua polisi di Polres Nunukan, Brigadir EBP dan Briptu EWN ditangkap di Pelabuhan Feri Sei Jepun Nunukan, Kalimantan Utara pada 11 Februari 2021 lalu.

Awal 2020, Briptu Andi Andri mengamuk di BNNK Bone meminta tiga rekannya dibebaskan. Belakangan diketahui, ternyata dirinyalah yang memasok sabu-sabu itu.

Masih di Kabupaten Bone, pada 2017 lalu Bripka AA bersama sejumlah rekanya, digerebek di THM di Kabupaten Bone.

Tidak kalah heboh dari kasus Kompol Yuni, pada 2018 lalu, AKBP Hartono yang menjabat Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat kedapatan mengantongi sabu-sabu 28,3 gram di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved