Breaking News:

Tribun Bulukumba

DPRD Bulukumba Soroti SPBU Samratulangi, Perizinan Dinilai Tak Perhatikan Dampak Lalu Lintas

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, kembali menyoroti pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

Firki/Tribun Timur
Ketua PKB Bulukumba, Fahidin HDK. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, kembali menyoroti pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Ujung Bulu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba dinilai lalai dan menyepelekan dampak analisis lalulintas akibat pembangunan SPBU tersebut.

Legislator PKB,Fahidin HDK mengatakan, seharusnya pembangunan SPBU tidak hanya memperhatikan analisis dampak lingkungan (amdal) saja. 

Lebih dari itu, Pemkab Bulukumba mesti memikirkan masalah lalulintas sepuluh tahun kedepannya.

"Yang dibutuhkan disana bukan hanya amdal lingkungan. Tapi amdal lalulintas, harus ada kajiannya. Kita harus berpikir 10 tahun kedepan. Sehingga mesti harus ada kajian mulai dari sekarang," kata ketua komisi B DPRD Bulukumba, Rabu, (24/2/2021).

Menurut dia, saat ini, SPBU menjadi tempat macet pada waktu-waktu tertentu. 

"Kepadatan penduduk kita masih sedikit. Berbeda dengan di Jawa, karena kepadatan kendaraan juga besar. Perizinan ini tidak teliti, tidak memikirkan dampak 10 tahun akan datang terkait kemacetan," katanya.

Dia menilai, pemerintah seharusnya tidak hanya berpikir tekstual tapi juga harus konstekstual. 

Apalagi dengan kondisi jalan yang sempit di Jalan Samratulangi. 

"Pemerintah seharusnya jangan karena sudah penuhi syarat macam-macam lalu menyepelekan lalulintas. Ini yang kita sesalkan," tegas ketua Partai PKB Bulukumba ini. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved